Aplikasi transportasi online, Grab, ternyata memiliki standar keamanan tinggi dalam layanan ride-hailing. Bahkan jika dibandingkan dengan standar industri taksi di Singapura, kinerja keamanan dan keselamatan Grab jauh lebih baik. Layanan ride-hailing transportasi Grab 1,2x lebih aman dalam hal kecelakaan pengemudi, dan 1,9x lebih aman dalam hal pelanggaran. Di Indonesia, teknologi keselamatan yang digunakan Grab terbukti mampu mencegah terjadinya insiden (kecelakaan atau kekerasan seksual) hingga 39 persen.  

Klaim angka penurunan tersebut terhitung sejak diluncurkannya roadmap teknologi keselamatan Grab di bulan Oktober 2018 silam.

Baru-baru ini Grab kembali penyempurnakan fitur keamanan melalui inovasi barunya yang dinamai Pusat Keselamatan atau Safety Center dan Pemantauan Perjalanan (Share My Ride). Dua fitur ini menjadikan pengemudi dan customer lebih aman dalam perjalanan.

Fitur Pemantauan Perjalanan ini menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Saat sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, customer secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan.

Selanjutnya, jika membutuhkan bantuan, mereka akan segera diarahkan ke Pusat Keamanan. Mereka dapat memilih satu atau lebih dari opsi fitur antara lain membagikan detail informasi perjalanan kepada teman dan keluarga secara langsung, melaporkan masalah keamanan atau meminta bantuan darurat.

“Ini komitmen kami terhadap keamanan, baik untuk mitra atau pelanggan. Bahwa kami serius terhadap pengamanan dari penumpang dan pengemudi”, ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, saat kegiatan Safety Roadshow bertajuk #AmanUntukSemua di Yogyakarta Jumat (24/1).

Neneng menjelaskan, melalui fitur keselamatan terbaru Grab semua penumpang yang mengendarai Grab dapat mengakses beberapa fitur keselamatan dalam satu ketukan. “Dengan begitu, lebih mudah diakses oleh para pengguna aplikasi Grab,” jelasnya. 

Fitur keselamatan terbaru Grab

Terdapat tiga fitur keamanan grab yakni ‘Share My Ride‘ atau ‘Bagikan Informasi Perjalanan’ yang menawarkan kepada penumpang opsi pemberian akses bagi keluarga atau orang tercinta melacak lokasi GPS mereka langsung dan status perjalanan. Kualitas fitur ini ditingkatkan dengan memberikan perkiraan waktu kedatangan, serta rincian mitra pengemudi.

Kemudian, terdapat ‘Report a Safety Issue‘ atau Laporkan Masalah Keselamatan, dimana penumpang dapat dengan mudah melaporkan masalah keselamatan, misalnya, mengemudi yang tidak aman, kapan saja dalam perjalanan mereka sehingga Grab dapat mengambil tindakan cepat terhadap potensi insiden keselamatan.

Selain itu ada Get Emergency Assistance atau Dapatkan Pertolongan Darurat, dimana penumpang dapat meminta bantuan dari tim respon insiden Grab 24/7. 

Head of Platform Safety, Grab Indonesia Mochammad Fadjar Wibowo, mengklaim pihak Grab adalah satu-satunya aplikasi di Asia Tenggara yang telah  telah berinvestasi dalam operasi keselamatan penting seperti respons insiden keselamatan 24/7, perlindungan asuransi kecelakaan diri untuk setiap perjalanan, serta pemeriksaan latar belakang mitra pengemudi yang ketat sebelum mengikat kemitraan. 

Cegah pelecehan seksual

Grab terus memperkuat komitmen menghadirkan transportasi yang aman dan nyaman untuk semua orang. Tidak sekedar untuk mencapai angka kecelakaan “nol insiden”, tapi juga berupaya mencegah terjadinya kekerasan seksual.  

Salah satu bentuk pencegahan tersebut, Grab menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Forum Pengada Layanan (FPL). Kerja sama Grab dan FPL bertujuan untuk mencegah dan menangani korban kekerasan seksual, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi perempuan.

Komitmen pencegahan dilakukan dengan memberikan edukasi perlindungan penumpang dan mitra pengemudi Grab di Yogyakarta. Sebelumnya, Grab sudah menjalankan Safety Riding Roadshow di Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, dan Palembang. Dengan demikian, Yogyakarta merupakan kota ke-6 yang dikunjungi rangkaian acara ini.

Selain edukasi pencegahan, sebagai bagian dari kerja sama Grab dan FPL telah dilakukan kampanye donasi di platform GrabRewards yang dumulai sejak bulan Desember 2019 sampai dengan 10 Januari lalu. Donasi yang terkumpul sebesar Rp 109.965.000 dari 2.860 pengguna aplikasi.

Donasi tersebut akan digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas di 3 (tiga) area yaitu Wilayah Jawa, Wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Wilayah Indonesia Timur. Peserta program terbaik dari masing-masing wilayah akan mendapatkan bantuan modal agar bisa memulai usaha dan menjadi mandiri secara finansial.