Bekerja di jalan bukan berarti selalu aman. Kekhawatiran dan kecemasan selalu mengiringi laju roda seorang ojek online (ojol) tiap harinya.

Betapa tidak, laku kejahatan di jalanan ini banyak kita jumpai di berita. Hampir tiap hari kita melihat berbagai peristiwa yang kadang di luar nalar.

Misalnya, baru-baru ini seorang driver ojol di Sukabumi tewas ditusuk orang tak dikenal. Driver ojol bernama Taufik Hidayat (49) itu meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020) malam.

Sebagaimana diberitakan oleh Kompas, handphone milik korban dilaporkan hilang dalam peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 19:30 – 19:45 WIB tersebut. Sedangkan sepeda motor matic yang dikendarainya masih utuh di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menduga ini adalah aksi pembegalan.

Sebulan lalu, seorang driver taksi online di Palembang Sumatera Selatan juga meregang nyawa setelah dirampok penumpangnya sendiri. Ruslan Sani (34) dibunuh secara tragis oleh kedua penumpangnya, Abib Samudra alias Iwan (36) dan Sulaiman (37), saat perjalanan menuju ke Perumahan Griya Asri Gandus Palembang pada Sabtu (28/12/2019) malam.

Kasus di atas mungkin hanya beberapa saja. Kalau didata pasti akan berderet jumlahnya. Yang jelas, hal ini menandakan bahwa keselamatan driver ojek online di jalanan sangatlah rentan.

Oleh karena itu, pengemudi ojek online sebaiknya lebih waspada ketika mengantarkan penumpangnya di malam hari (ngalong) atau di tempat yang sepi.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh driver ojol agar tetap selamat saat narik di malam hari.

1. Jangan Matikan Aplikasi

Ketika ngalong, driver ojol jangan sekali-kali menerima orderan secara offline (mematikan aplikasi). Hal ini tentu sangat beresiko terhadap keselamatan driver selama perjalanan. Kalau terjadi apa-apa di jalan, pastinya tidak bisa diperiksa jejaknya.

2. Verifikasi Data Penumpang

Para driver ojol sebaiknya memverifikasi data penumpang, seperti screenshot akun sekaligus nomor kontak penumpang. Kirimkan ini ke komunitas atau grup jika mencurigakan. Dan, pastikan data penumpang ini telah sesuai.

3. Manfaatkan Live Location

Para driver bisa memanfaatkan fitur share location pada Google Maps minimal delapan jam. Kirimkan pada pihak keluarga atau komunitas driver online yang diikuti. Tujuannya agar bisa dipantau selama perjalanan. Syukur-syukur, dipasangi GPS pada unit kendaraan yang dimiliki.

4. Hindari Tempat Sepi

Pada dasarnya, aplikasi ojek memberikan kita rekomendasi rute yang dapat ditempuh. Akan tetapi, jika kita merasa kurang nyaman, kita bisa mengambil rute yang sedikit berbeda. Pastikan jalur yang kita lewati memiliki penerangan yang memadai dan tidak sepi.

5. Persenjatai Diri

Hal yang tak kalah penting untuk melindungi diri dari hal yang tidak diinginkan adalah dengan membawa senjata. Tapi jangan membawa senjata yang dilarang oleh hukum, seperti senjata api atau senjata tajam. Driver mungkin cukup bawa penyemprot merica (pepper spray) atau alat kejut listrik (stun gun) di tas.

6. Bunyikan Klakson dan Tarik Perhatian Sekitar

Jika sekiranya merasa ada sesuatu yang mencurigakan ketika sedang berkendara pada malam hari, seperti diikuti oleh segerombolan orang atau dicegat orang, driver sebaiknya segera bunyikan klakson sekeras mungkin dan tanpa jeda. Hal ini tentunya untuk menarik perhatian orang lain atau warga sekitar.

7. Simpan Kontak Petugas Keamanan

Menyimpan nomor kontak petugas keamanan sangat disarankan. Tak hanya berguna untuk diri sendiri, tetapi juga untuk melaporkan kejadian lain yang ditemui di jalan. Segera hubungi polisi jika ada gangguan keamanan di jalan.