Pemilik kendaraan roda empat di Indonesia semakin banyak. Khususnya di wilayah Jabodetabek. Kemacetan juga sudah jadi bagian dari hari-hari masayarakat urban. Sementara itu, banyak juga dari pemilik kendaraan beroda empat yang memanfaatkan momentum untuk mendatangkan keuntungan. Tak sedikit dari pemilik mobil yang mendaftarkan diri sebagai driver Grabcar.

Dengan berprofesi sebagai driver Grabcar, waktu kerja dapat ditentukan sendiri dengan lebih fleksibel. Grab memiliki pembagian waktu yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh driver. Penghasilan juga bisa lebih melimpah bila menerima banyak pemesanan dari konsumen atau penumpang. 

Di samping itu, driver Grab juga sudah dijamin dengan asuransi jiwa, sehingga dapat diklaim apabila terjadi kecelakaan. Dana klaim asuransinya sendiri mencapai 68 juta rupiah per orang.

Lalu bagaimana cara memulai atau mendaftarkan diri sebagai driver Grabcar? Pendaftarannya dapat dilakukan dengan dua cara, offline atau online. Jika pendaftaran dilakukan secara offline, bisa langsung datang ke kantor Grab yang ada di kota-kota di Indonesia. 

Untuk pendaftaran online, harus memperhaikan beberapa detail yang bisa memudahkan. Persyaratan yang diminta untuk di-upload seperti KTP, STNK, SIM A, SKCK dan Asuransi Mobil, adalah dalam bentuk foto, bukan scan. Sering terjadi salah kaprah dalam kasus ini. Grab sendiri sudah memberi panduan dan contoh dalam websitenya.

 Di samping itu, bagi yang khusus beroperasi di area Jakarta, kendaraannya harus melalui uji KEUR terlebih dahulu. KEUR diatur dalam Peraturan Pemerintah Kementerian Perhubungan (Pasal 48-55, UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009). KEUR merupakan persyaratan teknis bagi kendaraan yang operasionalnya digunakan sebagai kendaraan sewa atau mengangkut penumpang, yang mencakup semua taksi online untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Uji KEUR ini dilakukan secara berkala tiap 6 bulan.

Proses mengikuti uji KEUR juga cenderung mudah. Setiap mitra akan diminta bergabung dengan Koperasi PPRI atau Inkoppol untuk memudahkan prosesnya. Ambil formulirnya di kantor Grab atau booth Grab terdekat, isi formulir yang disertai tanda tangan di atas materai, kembalikan formulir ke tempat pengambilan awal. 

Setelah itu akan ada undangan masuk melalui SMS untuk jadwal uji KEUR. Selanjutnya peserta uji KEUR akan diminta hadir di PKB Pulo Gadung untuk uji KEUR kendaraan. Pengambilan hasil dan buku KEUR dapat diambil di koperasi.

Terkait dengan dokumen yang dibutuhkan untuk uji KEUR, calon driver diminta untuk menyiapkan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), fotokopi KTP pengemudi dan fotokopi KTP pemilik STNK (jika STNK bukan atas nama pengemudi). Jangan lupa untuk siapkan fotokopi SIM. Lalu untuk memudahkan agar tidak perlu bolak-balik ke kantor Grab, download formulir yang ada di sini.

Bagi calon driver atau para mitra yang ingin mengikuti uji KEUR, aturan ini khusus untuk di wilayah Jakarta. Namun Grab mengimbau bagi para mitra yang telah lulus mengikuti training dan memiliki domisili STNK di Bodetabek, maka dimohon untuk menuliskan data diri dan melakukan pendaftaran serta pengisian formulir terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar sewaktu-waktu jika pemerintah wilayah Bodetabek telah memberlakukan uji KEUR, maka mitra hanya perlu memberikan atau mengajukan langsung.

Tertib administrasi, tertib berlalu lintas