Pernyataan resmi dari presiden Joko Widodo mengenai dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus korona sudah diumumkan sejak Senin (2/3). Keduanya kini menjalani tahapan selanjutnya upaya penyembuhan sekaligus isolasi di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Sejak pengumuman tersebut, kepanikan mulai terasa. Mulai dari dikabarkan berbondong-bondong memburu sembako, hingga penimbunan masker yang membuat harganya semakin meroket. 

Namun kepanikan ini justru tak terasa di kalangan para pengemudi ojol. Selepas pernyataan yang dilontarkan oleh presiden, penggunaan ojol di kawasan Depok justru tidak terpengaruh, bahkan cenderung meningkat.

Disampaikan oleh CNN Indonesia, Yoga, seorang pengemudi ojol di kawasan Depok, mengatakan, bahwa hari-hari sebelum kabar corona mewabah di Depok, biasanya dalam satu pekan hanya bisa menyelesaikan 90-120 trip per pekan, yang rata-rata 15-20 trip per hari. “Ini jujur malah naik jumlah penumpang saya hari ini. Per sore ini (17.30 WIB) saya sudah narik nyelesain 19 trip”.

Masih dilansir dari sumber yang sama, pengemudi lain bernama Imam, merasa Covid-19 tidak mempengaruhi jumlah perjalanannya per hari baik pesanan penumpang atau jasa pesan antar makanan. “Kalau saya pribadi tidak merasa ada penurunan. Apalagi ini hari kerja, sama saja seperti biasanya,” ucap Imam.

Menurut Imam, di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap Covid-19, aktivitas harus terus berjalan. Apalagi, Imam menilai belum ada pembatasan kegiatan apapun dari pemerintah. “Ya orang harus tetap kerja juga, mau gimana lagi. Pemerintah juga belum bilang apa-apa juga seperti yang di China itu,” kata Imam.

Sementara itu, kabar lain datang dari Batam. Seorang pengemudi ojol di Kota Batam masih dicari keberadaannya oleh Dinas Kesehatan untuk diobservasi terkait virus korona. Pengemudi ojol tersebut diketahui pernah mengantarkan seorang asisten rumah tangga warga negara Singapura yang sudah positif terinfeksi corona. 

Dinas Kesehatan saat ini baru mengobservasi asisten rumah tangga tersebut beserta keluarganya di Asrama Haji Batam. Seorang pengemudi ojol yang mengantar ART itu dari kediamannya ke rumah majikannya juga sudah diobservasi. Sementara pengemudi ojol yang dicari adalah yang pernah mengantarkan ART tersebut pulang dari rumah majikannya.

“Driver ojek online yang satu lagi sampai sekarang belum ketemu,” kata Kepal Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Batam, Irnal Syafei, di Asrama Haji, Batam, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Irnal mengatakan, tim masih melacak keberadaan yang bersangkutan. Bahkan, tim juga meminta bantuan pihak perusahaan untuk mengetahui keberadaan pengemudi ojol tersebut.

Di sisi lain, usaha untuk mencegah penyebaran virus korona juga terus gencar dilakukan. Seperti dikabarkan Suara.com, Grab Indonesia mengklaim telah memberikan edukasi bagi para mitra dan pelanggan setia untuk melakukan tindakan preventif penyebaran COVID-19 di Indonesia. Hal ini tentunya sejalan dengan edukasi yang terus dilakukan pemerintah melalui pihak terkait.

Selain melakukan edukasi, Grab mengaku telah memberikan lebih dari 5.000 masker kepada mitra pengemudi secara merata di GrabBike Lounge Daan Mogot, Kebayoran Lama dan TB Simatupang.