Salah satu perayaan yang tidak termasuk dalam hari libur kalender adalah perayaan Valentine, atau yang lebih dikenal dengan Valentine’s Day. Umumnya perayaan itu dijadikan sebuah simbol hari kasih sayang. Meski seringkali jadi polemik, tapi nuansanya tak terhindarkan di Indonesia.

Bahkan sebelum hari perayaannya tiba, yang jatuh pada 14 Februari, mal dan supermarket sudah didominasi dengan hiasan bunga, boneka, pernak-pernik yang umumnya berwarna merah atau merah muda, hingga aneka cokelat dan diskon-diskon lainnya.

Lalu bagaimana mulanya hari ini dijadikan sebagai perayaan kasih sayang? Ada banyak versi dan tidak terdokumentasi dengan baik mengenai sejarah hari Valentine ini. Beberapa menyebut ini dari zaman Romawi Kuno.

Seperti asal-usul kartu ucapan Valentine muncul. Dikisahkan seorang pria sebagai Duke Charles of Orleans menulis apa yang dianggap sebagai kartu ucapan Valentine tertua di dunia. Ia dipenjara di Tower of London pada 1415. 

Charles menulis sebuah surat cinta untuk istrinya, yang kini arsipnya disimpan di British Library. Legendanya muncul dan mulai banyak orang yang terinspirasi untuk memberikan ungkapan rasa sayang ketika Valentine tiba.

Sementara itu ada kisah lain yang menceritakan, bahwa pada zaman Romawi kuno, 14 Februari merupakan hari kasih sayang yang mewajibkan semua orang untuk memperingatinya dan juga meliburkan berbagai kegiatan. Beberapa sejarawan menelusuri, pada masa itu orang-orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari libur guna menghormati Juno, yang merupakan Ratu dewa-dewi Romawi

Kisah lain juga menceritakan bahwa, pada 15 Februari sering kali diadakan sebuah festival bernama Lupercalia. Perayaan itu dikenal juga sebagai festival kesuburan. Dalam festival ini kegiatannya dilakukan dengan cara memasukkan nama-nama wanita ke dalam sebuah kotak.

Setelah itu, para pria akan secara acak mengambil sebuah nama yang nantinya akan dijodohkan. Seiring berkembangannya zaman, tradisi ini mulai luntur dan diganti hanya dengan mengungkapkan rasa kasih sayang ketika hari Valentine tiba.

Kisah lain menyebutkan, seorang bernama Valentine meninggalkan catatan perpisahan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya. Dengan tulisan berjudul ‘From Your Valentine’ ini menjadi populer dan banyak menginspirasi. Atas jasanya, Valentine dinobatkan sebagai orang suci.

Terlepas dari beragam cerita dan kisah awalnya, perayaan Valentine masih terawat hingga kini. Meski di Indonesia sendiri tradisi ini masih kerap jadi polemik. Tapi di sisi lain, ada banyak usaha kecil-kecilan yang panen karena perayaan ini.

Tukang bunga, misalnya. Atau tukang cokelat-cokelat olahan yang bentuk sedemikian rupa. Ada juga yang tukang yang sedang sibuk membungkus kado, karena permintaan membungkus kado bisa meningkat. 

Dan yang tidak ketinggalan sibuk, barangkali ojol juga kebagian banyak mengantar barang ke sana ke mari, atau bahkan mungkin sekadar diminta untuk membeli cokelat dan mengirimkan ke seseorang. Lengkap dengan surat cinta dan petanya.

Ya meski begitu, perayaan tetaplah sebuah simbol selebrasi saja, karena hari kasih sayang, tentunya bisa dilakukan setiap hari.