Menggunakan moda transportasi darat, seperti ojek atau taksi online, bukan berarti tanpa adanya resiko kecelakaan. Potensi kecelakaan itu tetap ada, apalagi dalam jalanan kota yang padat.

Untuk itu, perlindungan terhadap mitra pengemudi dan penumpang merupakan hal yang wajib diperhatikan. Faktor keselamatan ini harus diutamakan di atas persoalan bisnis semata.

Terkait dengan itu, Grab sebagai perusahaan ride-hailing ternyata sudah cukup canggih dengan mendesain adanya asuransi bagi para pengemudi dan penumpangnya. Tercatat Grab sebagai perusahaan rintisan pertama yang menyediakan asuransi seperti ini dalam industri ride sharing.

Asuransi pribadi ini ditujukan sebagai sarana untuk meminimalisasi dampak dari kecelakaan. Hal ini sekaligus upaya Grab untuk memastikan perlindungan stakeholdernya dari titik penjemputan sampai tujuan, terlepas dari siapa yang salah dalam peristiwa kecelakaan.

Asuransi kecelakaan pribadi Grab tersebut diperuntukan kepada semua pihak yang terlibat dalam ekosistem bisnis ini. Polis asuransi akan menanggung: (1) pengemudi yang memenuhi syarat yang terdaftar di Grab, dan (2) penumpang yang memesan.

Asuransi kecelakaan pribadi ini juga mencakup keseluruhan perjalanan. Bagi mitra pengemudi, hal itu dimulai dari tempat konfirmasi pesanan hingga menurunkan penumpang di lokasi tujuan. Sedangkan bagi penumpang, asuransi ini berlaku dari naik kendaraan hingga drop off di tempat yang dituju.

Dikutip dari laman resmi Grab Indonesia, asuransi pribadi ini dirancang untuk memberi kompensasi Tertanggung, untuk cedera tubuh yang timbul dari kecelakaan Grab, tidak peduli siapa yang salah.

Pihak Asuransi akan mengganti Tertanggung berdasarkan tipe klaim yang diikuti, hingga batas yang ditentukan sesuai dalam polis asuransi yang berlaku (hingga Rp 130 juta untuk penumpang dan pengemudi GrabCar, hingga Rp 25 juta untuk pengemudi GrabBike, dan hingga Rp 50 juta untuk penumpang GrabBike).

Menariknya, layanan asuransi ini tidak menarik premi sedikit pun. Artinya, Grab memberikan layanan asuransi ini secara cuma-cuma kepada mitra pengemudi dan penumpangnya.

Syaratnya, mitra yang mendapatkan asuransi ini harus terdaftar resmi sebagai pengemudi, kode booking sah, tidak melanggar aturan lalu lintas atau tindakan kriminal lainnya, dan memiliki SIM yang berlaku.

Sedangkan, jumlah yang ditanggung oleh asuransi ini bagi GrabCar sesuai dengan kapasitas mobil yang tersedia, atau seat bealt untuk penumpang. Dengan begitu, semua penumpang akan tercover jika terjadi kecelakaan di jalan.

Ketika terjadi kecelakaan di jalan, langkah utama yang dilakukan adalah mendapatkan pelayanan medis. Setelah situasi kondusif, kamu bisa segera melaporkan kejadian tersebut ke pusat layanan pelanggan Grab melalui call center.

Setelah dokumen yang dipersyaratkan itu komplit, proses pencairan dana klaim yang diajukan tidak begitu lama. Maksimal 30 hari dana itu akan segera dicairkan.  

Selain asuransi kecelakaan pribadi seperti di atas, Grab juga menyediakan jasa asuransi premium bagi mitra pengemudinya, terutama untuk GrabCar.

Mitra pengemudi GrabCar akan memperoleh perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan dengan harga Rp 4 ribu per hari. Keluarga mitra driver pun bisa juga memperoleh perlindungan dengan syarat tertentu.

Meski dengan harga kompetitif, asuransi yang diperoleh melalui layanan Mandiri Inhealth ini bisa digunakan layaknya asuransi premium. Cara menggunakannya juga cukup mudah.

“Seperti asuransi premium, karena tidak butuh reimburse. Caranya tinggal membawa kartu dan sudah bisa menikmati layanan kesehatan,” kata Head of Driver Community Management Grab Indonesia, Bobby Silalahi, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com.

Adanya asuransi bagi mitra pengemudi dan penumpang ini patut diapresiasi. Hal ini menandakan adanya perhatian yang serius dari Grab terhadap keselamatan dan kenyamanan stakeholdernya di jalan.

Oleh karena itu, kini tak perlu khawatir lagi jika harus bepergian dengan GrabCar. Kemanapun, sudah ada asuransi yang melindungimu.