Gojek memiliki sejumlah akun-akun pengemudi prioritas. Bagi para pengemudi yang ingin naik level ke prioritas, perjuangannya cukup membanting tulang dan menguras keringat. Misalnya saja, langkah awal yang diambil untuk masuk ke level prioritas itu pengemudi harus mau mengambil pesanan sejak pagi, tanpa memilah-milih pesanan, walaupun itu cukup jauh dan menghabiskan banyak waktu dari sisi pengemudi.

Di samping itu, pengemudi juga tidak boleh membatalkan pesanan, kecuali pesanan yang fiktif. Seringkali pesanan yang masuk justru saat kondisi hujan, karena memang pesanan masuk hanya pada saat itu, dan tidak bisa ditolak. 

Perjalanan dengan jarak yang cukup jauh juga harus dilakukan demi menjaga performa agar tetap mendapat penilaian yang terbaik. Dengan cara-cara tersebut dilakukan terus menerus selama kurang lebih dua minggu lamanya, status akun prioritas bisa didapatkan. 

Namun kini, cerita mengenai tips dan trik bila pengemudi jangan membatalkan pesanan, jangan pilih-pilih pesanan, pindah ke tempat yang lebih ramai bila pesanan sepi, hanyalah mitos yang dahulu banyak diperbincangkan orang. Pasalnya, akun prioritas yang mestinya mendapat keutamaan pesanan, kini harus berada sejajar dengan akun-akun pengemudi biasa yang bisa saja hanya bermalas-malasan.

Dengan kebijakan pemerataan order ini, Gojek justru merugikan banyak pihak mitranya, terutama para pengemudi. Banyak pengemudi, terutama yang prioritas, mengeluhkan dan kecewa dengan sistem yang baru ini.

Seringkali penyesuaian yang dilakukan oleh para pengemudi ini harus memaksa mereka lebih lama bertahan hidup di jalanan. Untuk menembus bonus atau tutup poin, yang tadinya bisa dilakukan selama 8 jam, kini baru bisa dilakukan dalam 12 jam, bahkan ada yang hingga 16 jam. Yang lebih menyedihkan dari itu, mereka bahkan tidak mendapat pesanan satu pun yang masuk ke akunnya selama sekian jam.

Perubahan sistem yang diterapkan oleh Gojek kini menimbulkan pertanyaan dari mitranya sendiri. Tagar #GojekKenapa muncul dan sempat menjadi topik pembicaraan yang cukup hangat dan ramai di jagat maya, wabil khusus di Twitter.

Pemilik akun mz ojol @ryan_nus menjadi salah satu yang banyak diperbincangkan. Ia menceritakan kondisi yang dialami oleh para pengemudi di jalan. Bukan hanya yang merugikan untuk kalangan pengemudi saja, tapi juga berdampak pada keluarga pengemudi itu sendiri.


Cerita lain datang dari pemilik akun agustian (G. O. T.) @tianfillio, “dari stngah 7 pagi ampe jem 12 mlm ini…ga pake rebahan..”


Sistem baru yang diterapkan oleh Gojek memang merugikan banyak pengemudi. Skema ini tentu saja sangat merugikan para pengemudi lama, terutama yang sudah bekerja keras untuk menjadikan akunnya prioritas.

Di samping itu, cepat atau lambat, hal ini akan berdampak pula pada para pelanggan. Beberapa pelanggan juga sudah mulai mengeluhkan sulitnya untuk melakukan pesanan dan mendapat pengemudi dengan cepat.

Sebuah utas milik akun mz ojol @ryan_nus di Twitter yang menjadi ramai diperbincangkan ditutup dengan pertanyaan yang kiranya mewakili pertanyaan para pengemudi lainnya. “Tolong @gojekindonesia kalo mau bikin sistem baru itu lihat dulu kondisi di lapangan. Kerja 12-18 jam di jalan itu super capek, kondisi badan & motor rawan, ditambah musim hujan. Jangan sampe ada korban dulu baru berubah, Jadi sekarang pertanyaan gw #GojekKenapa?”