Pernah suatu waktu di 2019 kondisi udara di kawasan Jakarta saking buruknya menjadi sorotan dunia. Sebelum memasuki musim penghujan yang juga datang terlambat, kepulan asap hitam yang mirip dengan kabut melapisi pencakar langit Ibukota. Pada 29 Juli 2019, Jakarta bahkan sempat menduduki ranking satu untuk kategori kota dengan kualitas udara yang buruk di dunia.

Polusi udara yang menyerupai kepulan asap itu sebagian besar disinyalir oleh sumbangan dari kendaraan bermotor. Seperti dikutip dari Kompas.com, menurut data Dinas Lingkungan Hidup, setidaknya terdapat kurang lebih 20 juta kendaraan bermotor di Jakarta. Jumlah itu setara dengan kontribusi yang mencapai 75 untuk pencemara udara di Jakarta.

Meski kali ini kualitas udara Jakarta sudah cukup membaik selama musim penghujan tiba, tapi jika kemarau panjang datang, bukan tidak mungkin fenemona itu akan kembali terulang. Ditambah lagi dengan minimnya ruang terbuka hijau di Jakarta. 

Sementara itu di lain sisi, kendaraan bermotor bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan guna mendukung mobilitas sehari-hari. Di samping pemerintah yang terus berbenah untuk menata angkutan umum, hal ini juga menjadi perhatian untuk kalangan industri otomotif.

Salah satunya adalah Hyundai yang beberapa waktu ke belakang telah mengenalkan produk mobil listriknya kepada publik, bernama Hyundai IONIQ Electric. Sebuah mobil generasi terbaru yang tenaganya bersumber 100 persen dari listrik. Namun sayangnya mobil ini belum langsung dipasarkan secara umum.

Grab Indonesia menyambut baik teknologi ini. Guna mendukung kendaraan ramah lingkungan, Grab menggandeng Hyundai untuk menggunakan 20 unit mobil listrik pada tahap awal sebagai mitra dan akan beroperasi di 2020 ini.

Seperti dilansir Kompas.com, President Director of Hyundai Motors Indonesia, Sung Jong Ha, mengatakan, “Kami ingin menawarkan pengalaman mobilitas pintar yang memenuhi kebutuhan pelanggan kami dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti IONIQ Electric. Kami berharap pelanggan Grab di Indonesia dapat menikmati kenyamanan mengendarai mobil elektrik yang ramah lingkungan.”

Presiden Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, juga mengatakan,  “Grab ingin menjadi salah satu pendorong yang menginisiasi kolaborasi bersama untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu kami membangun kemitraan dengan Hyundai untuk menghadirkan layanan ini,”

Sementara itu, salah satu sosok yang beruntung untuk ikut menjajal mobil listrik ini adalah Ani Rahayu. Seorang perempuan berusia 38 tahun. Ia adalah mitra Grab yang terpilih untuk merasakan sensasi transoprtasi ramah lingkungan yang diluncurkan oleh Grab Indonesia yang bekerja sama dengan Hyundai.

Meski begitu, titik awal layanan ini baru bisa dimanfaatkan di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Namun perlu diketahui juga bahwa jika mobil listrik ini baterainya dalam keadaan penuh, jarak yang ditempuh bisa mencapai 373 kilometer.

Rasanya tak lama lagi sensasi mobil listrik ini bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya wilayah Jabodetabek. Semoga kita pada nggak kesetrum.