Pandemi virus corona telah memukul berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Diakui atau tidak, hari-hari ini merupakan masa yang sulit bagi seluruh masyarakat.

Kita tahu, semua sektor usaha terpukul hari ini. Tak terkecuali. Para pedagang mengeluh, penjualan retail sepi, bisnis besar terseok, pun dengan orderan ojek online yang turut anyep. Semuanya seperti turun melandai.

Physical distancing memang telah menurunkan eskalasi aktivitas manusia di semua lini, baik dari segi pekerjaan, ibadah, hingga aktivitas sosial. Parahnya, gejala resesi ekonomi ini berjalan seiring dengan meningkatnya resiko paparan penyakit.

Dalam situasi seperti ini, kita akan melihat banyak wajah asli dari dunia, termasuk dalam bisnis. Di masa-masa seperti inilah, kita akan mengenali watak asali dari sebuah perusahaan. Apakah ‘hanya’ akan mengejar untung semata, atau mau berbuat lebih dengan membuka mata dan memperhatikan persoalan yang lebih luas.

Inilah masa pertaruhan bagi sebuah perusahaan itu.

Grab Indonesia, sebagai salah satu sebuah perusahaan ride-hailing, mungkin agar berbeda. Di tengah pandemi seperti ini, mereka memiliki komitmen untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan semua orang di platformnya.

Alih-alih memangkas pengeluaran yang tak perlu, Grab Indonesia justru menganggarkan banyak insentif kepada para mitranya saat permintaan turun drastis seperti saat ini.

Ibarat nahkoda, mereka mengambil langkah untuk menyelamatkan seluruh penumpang di kapalnya di saat badai dibandingkan meninggalkan mereka semua melalui sebuah sekoci. Padahal, kesempatan itu ada dan mudah.

Hal ini menjadi semacam ‘komitmen’ untuk terus membersamai para mitra dalam menghadapi pandemi corona ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Grab Indonesia telah menyumbangkan dana sebesar USD 10 juta atau setara Rp 160 miliar untuk berbagai inisiatif penanganan virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Adapun inisiatif yang menjadi fokus utama dari Grab adalah skema bantuan dalam meringankan kendala keuangan bagi mitra pengemudi, mitra pengantaran, dan mitra merchant yang terdampak.

“Prioritas kami adalah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua orang di platform kami,” ujar President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Program bantuan itu pun dipecah dalam banyak kategori. Misalnya, mitra pengemudi GrabBike yang positif virus corona akan menerima bantuan keuangan Rp 1,5 juta, dan Rp 3 juta untuk GrabCar.

Selain itu, mitra pengemudi GrabCar yang memiliki asuransi Mandiri In-Health dapat mengajukan klaim terkait Covid19 seperti pemeriksaan medis, konsultasi dokter, rontgen dada, dan tes darah secara berkala.

Adapula Program Dukungan terhadap Mitra Merchant juga diberikan oleh Grab, yaitu berupa bantuan untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui peningkatan visibilitas, aplikasi, dan promosi khusus.

Para mitra merchant ini akan diberikan kategori khusus untuk restoran lokal dan mengurangi biaya operasional melalui program cashback untuk makanan umum dan diskon pada makanan kemasan.

Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menuturkan Grab turut melakukan berbagai inisiatif untuk menjaga keamanan komunitasnya seperti menyediakan masker untuk mitra pengemudi, menyiapkan stasiun disinfeksi, meluncurkan pengantaran tanpa kotak, pelaporan suhu tubuh harian mitra pengemudi, dan meningkatkan prosedur kebersihan bagi mitra merchant.

“Kami akan terus membantu pemerintah meratakan kurva pandemi COVID-19,” ungkap Neneng, seperti dikutp dari detik.com, Selasa (31/3).

Dalam membantu upaya pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus, Grab juga telah menjadi mitra terpercaya untuk pemeriksaan awal gejala virus melalui layanan konsultasi GrabHealth.

Juga dengan layanan pengantaran obat dan petugas kesehatan yang berada dalam naungan Kementerian Kesehatan RI, memimpin kampanye donasi, dan menyediakan masker bagi masyarakat Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh Grab Indonesia itu patut diapresiasi, mengingat kondisi ojek online dan masyarakat umum, yang banyak membutuhkan bantuan. Inilah momen untuk saling menguatkan dari situasi yang serba tak menentu.

Melalui pandemi corona ini, kita banyak belajar bahwasanya ekosistem bisnis yang sehat, tidak melulu menempatkan profit di atas segalanya. Ada yang lebih esensial dari itu, yakni empati dan solidaritas.

Semoga virus corona ini segera berakhir, dan dunia mulai bangkit pulih.