Penyebaran virus corona semakin masif di Indonesia. Hal ini membawa dampak yang luas bagi laju perekonomian masyarakat. Terlebih bagi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu pihak yang terdampak paling dalam adalah pengemudi atau driver ojek online. Pasalnya, imbauan jaga jarak atau social distancing yang diserukan pemerintah berdampak langsung turunnya aktivitas masyarakat.

Jalanan yang biasanya ramai lalu lalang pekerja sekarang berkurang drastis dengan adanya kebijakan ‘bekerja dari rumah’ (work from home). Praktis hal ini mengurangi pendapatan mereka dengan cukup signifikan.

Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono menyebutkan rata-rata driver ojol mengalami penurunan orderan hingga 70 persen.

“Selama kebijakan social distancing dan work from home diberlakukan, pendapatan driver rontok hingga 70 persen. Normalnya bisa dapat Rp200.000 per hari, sekarang hanya Rp60.000,” kata Igun seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (23/2).

Pendapatan yang berkurang, ditambah risiko bekerja di luar, dan terpapar virus corona menimbulkan empati dari masyarakat akan nasib para driver ojol ini.

Hal ini sekaligus menumbuhan solidaritas sosial diantara warganet. Bentuknya pun macam-macam, salah satunya dengan gerakan membelikan makan bagi para driver ojol. Intinya, mereka saling mengajak orang lain untuk membantu para penjual penjual makanan dan ojol dengan melakukan pemesanan lewat layanan GoFood ataupun GrabFood.

Seperti yang dilakukan oleh warganet Twitter dengan akun @mrshananto yang membagikan tangkapan layar isi pesan dalam aplikasi Gojek pada 18 Maret.

Diketahui bahwa suaminya melakukan pembelian makanan lewat GoFood, namun makanan tersebut tidak perlu diantar ke alamat pemesan. Sebaliknya, ia memberikan makanan pesanannya untuk ojol tersebut.

Di sisi lain, dengan membeli makanan, para penjual makanan yang juga terkena imbas dari pembatasan diri karena virus ini pun ikut terbantu. Sepinya pembeli di warung atau rumah makan juga berdampak pada pemasukan mereka.

“Udah pada order makan siang buat driver ojol yang sepi order? Kita makanan bisa nyetok, siap dirumahkan, dana darurat aman, nyerok saham juga hayu. Orang lain sarapan aja nggak bisa. Silakan laksanakan gaes,” tulis pemilik akun @mrshananto dalam kolom keterangan.

Dalam isi pesan di aplikasi Gojek itu sendiri juga terlihat reaksi pengemudi ojol yang sangat berterima kasih atas bantuan yang dilakukan. Selain memberi makan, dengan melakukan pemesanan lewat ojol juga dapat membantu mereka mendapat tambahan uang.

Begitu juga yang dilakukan CEO Landscape Indonesia Agus Sari. Dalam akun Instagramnya, dia mengajak masyarakat untuk ikut membantu driver ojol melalui kitabisa.com.

“Saya ingin menggalang dana untuk melindungi mitra gojek online dan pekerja informal yang terpapar risiko penularan COVID-19,” kata Agus.

Grab Turut Bantu Driver Ojol

Solidaritas sesama rakyat ini semakin mudah dengan adanya fitur khusus dari Grab Indonesia. Super app ini menyediakan fitur Menu Editor pada aplikasi mitra merchant pilihan GrabFood yang memungkinkan mereka untuk menambahkan sendiri menu khusus untuk para mitra pengemudi Grab.

Caranya sangat mudah, sama seperti memesan makanan lewat GrabFood seperti biasa. Untuk menemukan menu-menu khusus untuk mitra pengantaran GrabFood, kamu dapat mengetikkan kata ‘driver’ pada kolom pencarian makanan dan restoran di laman layanan GrabFood.

Head of Marketing GrabFood dari Grab Indonesia Hadi Surya Koe mengapresiasi langkah yang dilakukan masyarakat terhadap driver mereka ini.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan apresiasi masyarakat terhadap mitra pengemudi Grab yang tetap bekerja keras melayani pelanggan dalam masa penuh tantangan ini,” katanya seperti dilansir dari IDN Times pada Selasa (24/3).

Semoga dengan tumbuhnya empati ini, solidaritas sosial kita sebagai sesama anak bangsa Indonesia semakin kuat. Aksi tolong-menolong ini sangat penting dalam menghadapi virus corona.

Salut untuk warganet Indonesia, demikian dengan para driver ojol yang berada di garis depan. Indonesia, Jiayou!