Baru baru ini pembalap Fitra Eri membagikan pengalamannya mengendarai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) Grab jenis Hyundai IONIQ EV. Menurut Fitra, mobil listrik yang digunakan Grab sudah tepat karena safety, nyaman dan sangat efisien.

Bayangkan dalam 1 KwH mobil itu bisa menempuh jarak 9 kilometer. Saat pengisian, harga yang harus dibayarkan oleh pengguna berkisar di harga Rp 1.400 – Rp 1.600 /KwH. Itu artinya dengan mengeluarkan uang 9.800 rupiah (seharga BBM Pertamax), mobil ini bisa menempuh jarah 40-50 KM. 

“Sudah bener Grab memilih mobil ini. Sangat efisien jika dibandingkan mobil elektrik lain. Ini juga sebuah terobosan, karena ternyata Grab tidak hanya sebuah aplikasi, tetapi juga menyediakan mobilnya. Ini bikin kita yang tidak pernah tau mobil elektrik, bisa nyobain. Bayangkan kita bisa bepergian tanpa harus mengotori lingkungan,”kata pembalap dari tim Honda Bandung Center itu. 

Saat duduk di bangku penumpang, Fitra merasa sangat nyaman, dengan jarak kaki dan head room yang cukup lega. Apalagi ditambah ada armrest, ventilasi, AC, ini menjadi mobil Grabcar yang amat ‘rebah’ untuk penumpang. 

“Ini mobil teknologi tinggi. Masyarakat tidak perlu takut menggunakan mobil ini saat cuaca ekstrim. Karena ini memiliki sistem yang sudah water proof, sangat tahan terhadap hujan lebat maupun banjir,”jelasnya.   

Masyarakat Jabodetabek, khususnya Jakarta yang ingin mencoba taksi elektrik ini bisa pick-up di Gate 2 Terminal 3, Bandara Intemasional Soekarno Hatta. Karena masih tahap awal, jadi baru ada sekitar 20 unit mobil listrik dengan titik awal di Bandara Soekarno Hatta.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, mengatakan GrabCar Elektrik ini merupakan bagian dari kampanye perusahaan yang mendukung penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi untuk mengurangi polusi udara.

“Setelah meluncurkan EV Grab Ecosystem Roadmap tahun lalu, kami senang bisa meluncurkan GrabCar Elektrik. Kami melihat peluncuran eletric vehicle ini adalah suatu hal yang baik dan menjadi masa depan Indonesia. Kami percaya ini menjadi masa depan dan menjadi keniscayaan bagi transportasi,” kata Ridzki.

Ia mengatakan dalam mewujudkan electric vehicle ini, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Hyundai Motor Indonesia.