Teknologi berkembang sangat pesat, alurnya maju terus. Jika berusaha untuk menahannya, mungkin tidak akan kuat. Perlahan akan terkikis dan tergerus. Mengikuti arusnya pun belum tentu selamat. Tapi soal bagaimana cara memanfaatkan arus perkembangan teknologinya, itu lain persoalan.

Seiring dengan perkembangan zaman, dan mobilitas semakin tinggi, pilihan angkutan umum kian bermascam-macam. Yang memanfaatkan teknologi kita sebut saja Grab dan Gojek contohnya. Dua perusahaan yang terus mengembangkan inovasinya, bukan hanya menjadi pilihan alternatif angkutan umum, tapi juga mulai menguasai pangsa pasar dan menjadi keseharian masyarakat urban khususnya.

Hal ini berdampak juga pada perubahan gaya hidup sebagian orang. Bukan hanya itu, bahkan mata pencaharian memiliki alur baru sejak berkembangnya dua perusahaan ternama itu.

Ada banyak kisah orang sukses, atau minimal ia bisa mengubah kehidupannya sejak bergabung menjadi mitra Grab atau Gojek. Soal pekerjaan, bolehlah dibilang sopir. Tapi soal penghasilan, silakan diadu oleh pegawai kantoran umumnya.

Pada 2018 lalu, seorang sopir taksi online bernama Bob mengungkapkan cerita. Dilansir oleh DetikInet, Bob menyatakan bahwa ia bekerja selama 5 hari dalam seminggu. Sehari kadang 8 jam, kadang 10 jam. Penghasilannya dalam sebulan bisa mencapai 20 juta rupiah.

“Awalnya iseng nge-Grab. Terus merasa kalau ini peluang sebagai pendapatan. Sekarang jalan dua tahun. Gaji saya sekarang lebih besar dari saat menjadi armada.”, ujar Bob dikutip dari DetikInet.

Kisah lain datang dari perempuan bernama Dian. Sebelumnya ia bekerja di sebuah perusahaan kargo di bagian keuangan. Obrolan dengan kurirnya yang lebih dulu bekerja sebagai mitra driver Grab membawanya pada rasa penasaran untuk mencoba.

“Pertama gambling, tapi akhirnya kredit mobil, coba sambil kerja sambil nge-Grab. Awalnya nge-Grab cuma buat cari ongkos ke kantor. Abis itu di kantor pikirannya nge-Grab terus, gak konsen,” katanya. “Di kantor gajinga 7 jutaan sebulan, nge-Grab bisa dapat sampai 20 juta sebulan. Dengan insentif saja kebutuhan sebulan sudah bisa tercukupi.”, sambungnya.

Bagaimana kedua orang tersebut dapat melakukan hal itu dan memiliki pendapatan yang cukup berlimpah. Mereka juga membeberkan tipsnya agar dapat meraih pendapatan yang maksimal. 

Bob menyatakan bahwa bangun pagi adalah salah satu kuncinya. “Bangun pagi. Pagi itu cari duit supaya ke depannya santai. Di Jakarta itu lumbung order. Cari 16 order untuk amankan insentif itu gampang di Jakarta. Saya hampir dua tahun ini mainnya di pluit. Di sana itu ada empat mall gede-gede. Sehari sedikitnya 17 trip. Kalau lagi ada tenaga bisa 35 sampai 40 trip,” ujar Bob.

Dian juga mengungkapkan hal yang serupa. Baginya, bangun dari subuh dan bekerja, lalu saat pukul 3 sore, sudah bisa mengamankan insentif harian, atau yang lebih dikenal dengan istilah tutup poin.

Dan masih banyak lagi kisah sukses lainnya yang kehidupannya berubah sejak bergabung dengan menjadi mitra driver taksi online. Tentunya bukan melulu tentang pendapatan, tapi juga ada cerita kebaikan yang mengiringi perjalanan para pejuang aspal. Ditambah lagi dengan keberanian mengambil risiko serta gambling yang bukan hanya membutuhkan perhitungan matang, tapi juga mental yang kuat.

Dan pada akhirnya, hidup adalah tentang sebuah pilihan.