Kisah mistis memang kerap ditemui oleh para tukang ojek, termasuk oleh ojek online yang sudah menggunakan teknologi terbaru sekalipun. Profesinya yang mengantarkan penumpang dari pagi hingga malam hari, tak dipungkiri kerap menyelipkan cerita misteri yang kadang di luar nalar.  

Cerita horor seperti ini sudah banyak beredar di kalangan pengemudi ojol, bahkan sebagian telah viral di media sosial. Entah bagaimana kebenarannya, tetapi pengalaman para driver ojol ini cukup membuat merinding.

Seperti yang dialami oleh tiga pengemudi ojol di Sleman, DI. Yogyakarta baru-baru ini. Mereka mendapat orderan dari customer berinisial SA. Padahal, customer tersebut merupakan satu dari 10 korban yang meninggal dalam tragedi susur sungai maut di Turi Sleman.

Ceritanya, tiga driver ojek online itu terlihat berlalu-lalang di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu, 22 Februari 2020 pukul 10.00 WIB. Saat itu, proses pencarian korban pun masih berlangsung.

Seorang warga RT 03, Dusun Dukuh yang enggan disebut namanya, menceritakan kejadian saat menemui ketiga ojek online tersebut. Saat itu, ketika ditanya sedang menunggu siapa, ternyata mereka semua mendapat pesanan antar jemput dari pelanggan yang sama, yaitu atas nama SA.

Berdasarkan keterangannya, tidak ada satu pun warga sekitar bernama SA. Namun dia menyebut nama SA masuk dalam daftar 10 korban di sungai Sempor yang meninggal.

“Ada tiga ojol ke sini bilang dapat orderan antar jemput atas nama SA. Setahu saya, warga di sini tidak ada nama itu. Yang ada setahu saya, nama yang dimaksud satu dari nama korban yang meninggal,” katanya, seperti dikutip dari tagar.id, Jumat (28/02).

Pengendara ojol pertama sampai di titik penjemputan sesuai aplikasi. Dia berhenti di depan rumah warga tersebut. Namun karena tidak ada seorang pun, Ia pun kelihatan kebingungan mondar-mandir mencari penumpangnya.

“Adik saya keluar menemui ojol. Katanya mencari SA. Dari dalam itu kan denger dia cari SA dan lagi pegang handpone. Saya kaget soalnya daftar korban yang meninggal ada nama SA terus saya keluar beritahu orang itu dan tak suruh batalin,” kata dia saat menceritakan kejadian nyata itu.

Setelah tahu calon penumpangnya itu adalah korban yang meninggal dalam tragedi susur sungai, pengendara ojol itu pun sempat lemas. Niatnya mencari customer berinisial SA langsung diurungkan.

Tak lama kemudian, pengemudi ojol kedua datang dengan tujuan lokasi yang sama. Namun ojol ini terlihat mondar-mandir di luar dusun Dukuh.

Karena penasaran dengan kasus yang sama dengan sebelumnya, warga tersebut mendatangi ojol yang kedua tersebut. Ternyata kasusnya sama. Warga menduga kalau pengemudi ojol dapat pesanan jemput yang mengatasnamakan SA dengan tujuan ke Pasar Sleman.

“Dia juga bilang kalau tidak bisa ditelpon handpone-nya low batt. Akhirnya tak suruh batalin saja,” ujarnya.

Kejadian ini pun terasa janggal. Pasalnya sudah ada dua pengemudi ojol yang mendapat orderan atas nama yang sama di sekitar lokasi kejadian.

Akhirnya warga sekitar memutuskan turut berjaga untuk mengarahkan pengemudi yang kebingungan karena pesanan yang sama itu. Tujuannya agar langsung disuruh pulang saja. Karena tidak ada warganya yang bernama SA.

Keanehan yang tidak logis semakin terasa ketika datang pengemudi ojol ketiga yang titik jemputnya di jembatan sungai Sempor. Pengemudi mengaku mendapat orderan ketika di Sleman, namun lokasi di jembatan Sempor persis.

“Bilangnya sama warga dapat orderan atas nama SA dan chat-nya sama jangan ditelpon karena handphone low batt,” katanya curiga.

Dengan demikian, dalam hari yang sama itu, warga menjumpai tiga ojol yang datang ke dusunnya untuk menjemput pelanggan atas nama SA. Padahal, nama tersebut adalah salah satu korban meninggal dalam tragedi susur sungai tersebut.

Seperti diketahui, tragedi susur sungai yang dilakukan oleh ratusan siswa dan siswi SMPN 1 Turi Sleman itu menewaskan 10 orang. Mereka umumnya terseret arus yang kencang dari Sungai Sempor yang sempat meluap. Tragedi ini membawa pilu bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Selain itu, kejadian ini ternyata juga menyelipkan kisah mistis yang melibatkan para pengemudi ojol. Inilah yang masih menjadi misteri hingga kini.