Memasuki musim hujan, para pengemudi ojek aplikasi mengeluh penghasilan mereka menurun. Muncul berbagai spekulasi, ada yang menganggap para penumpang beralih menggunakan transportasi umum seperti taxi atau bajaj. Sebagian mengatakan, orderan di aplikasi diatur server, sehingga hanya akun prioritas yang mudah mendapat customer. 

”Kalo lagi hujan begini biasanya penumpang lebih memilih naik taksi atau bajaj, lebih aman,”ujar salah satu pengemudi Go-Jek, Galih (28), kepada daripinggirjalan.com, Senin (6/1/2020). 

Pengojek aplikasi lainnya, Rahmat (23), mengatakan hal serupa. “Resikonya hujan ya. Kebanyakan kalau posisi baru mau jalan, enggak mau, orderan jadi berkurang. Pas dapet dilempar jauh banget (tidak sesuai titik),“ katanya. 

Berbeda dengan pengemudi Go-Jek @ryan_nus. Ia mengeluhkan perubahan sistem server yang terjadi di aplikasi Gojek Indonesia. Menurut Ryan, seharunya Go-Jek memberikan prioritas orderan bagi para pengemudi yang rajin ngebid. 

“Sedihlah hari ini. Tiba-tiba aja orderan hilang, berantakan gini. Dari jam 6 pagi sampe sekarang baru dapet 4 order. Tolong ya Gojek Indonesia. Kalo pun mau merubah sistem tetep prioritaskan driver yang lebih rajin ngebidnya,”curhat driver @ryan_nus di lawan Twitter. 

Menurut keterangan Ryan, perubahan sistem Go-Jek yang dimaksud, ketika akun dengan peringkat atas malah sepi order, begitu sebaliknya. Ada juga akun yang menargetkan mendapat Go-Food justru orderan yang masuk Go-Ride.

Kisah para pengemudi mengalami “anyep” atau tidak ada orderan, juga dicertikan akun @apesihahh. Ia bertemu seorang driver di pinggir jalan yang belum mendapat orderan. Dengan sedikit memaksa, si driver menawarkan tumpangan tanpa tarif alias bayar seikhlasnya. 

“Tadi di pinggir jalan aku ketemu bapak-bapak ojol belum dapat orderan. Dia maksa-maksa temenku buat naik ojol dia. Malah bapak itu bilang ‘Neng ayo bapak anterin kamu pulang, bayarnya seikhlasnya aja’. Wajah si bapak ojol seperti putus asa gitu. Untung temenku mau naik. Sumpah aku liatnya gak tega banget,” tulisnya. 

Driver dan customer sama-sama susah

Kondisi hujan memang berdampak pada permintaan para pengemudi ojol. Ada yang sulit memperoleh orderan, sebagian lainnya justru pilah-pilih pesanan. Tidak ada penjelasan dari pihak aplikator terkait hal ini. Para driver meminta penyedia aplikasi, seperti Go-Jek, melakukan investigasi dan memperbaiki sistem yang ada. 

“Ketahuan kan hari ini siapa aja yang akunnya prioritas. Biasanya prioritas itu pada diem, sekarang keluar semua. Pemain Go-Food dikacauin. Harusnya diperbaiki yang begini,”kata akun @slankersdriver.

Bagi driver yang memilih tetap bekerja saat hujan, seharunya lebih mudah menerima pesanan, Karena biasanya banyak driver mematikan aplikasi, atau alasan lainnya. 

Kesulitan para driver juga dialami customer. “Kalo lagi hujan tuh, abang drivernya busy jadi susah booking, gojek kalo gak server busy, tidak dapatdi proses”. Curhatan semacam ini sering berseliweran di jagat media sosial Twitter, saat hujan tiba.

Kejadian seperti ini seolah tidak ada penyelesaian. Bagaimana logikanya penumpang kesulitan mencari ojol saat kondisi hujan. Di lain sisi banyak driver yang ngebid dari pagi belum mendapat pesanan?

Kita tunggu jawaban dari penyedia aplikasi.