Beberapa tahun terakhir Indonesia diuntungkan dengan kemunculan aplikasi ojek online (ojol). Kemunculan start up di bidang transportasi, seperti Grab atau Gojek ini, telah memberikan dampak positif bagi banyak pihak lantaran bisa menyerap tenaga kerja.

Meski dalam beberapa waktu terakhir sempat dikabarkan kalau penghasilan dari pengemudi ojol menurun, tetapi setidaknya pekerjaan ini telah menyelamatkan banyak keluarga. Ribuan orang kini bergantung dari aktivitas ngojek.

Tak hanya itu, banyak orang akhirnya sukses dari pekerjaan ojol ini. Mereka berhasil mengubah keadaan dari sesuatu yang dianggap biasa menjadi luar biasa. Dan, ojol menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesuksesan tersebut.

Misalnya, seperti yang dialami oleh Hermansyah (33), mitra pengemudi GrabBike asal Jakarta ini. Sudah hampir dua tahun dirinya bergabung dengan perusahaan ride hailling asal Singapura tersebut. Sebelumnya dia adalah seorang driver, namun kini telah beralih menjadi mitra GrabFood yang sukses.

Kala itu, Hermawan mengaku melihat peluang untuk membuka usaha makanan di rumah saja dan bergabung dengan GrabFood. Dia dan sang istri memberanikan diri untuk berjualan burger serta kudapan lainnya.

Usaha burger buka sejak pukul 09.00 hingga pukul 22.00 dari Minggu sampai Jumat. Khusus Sabtu, usaha burger bisa sampai pukul 24.00.

“Kalau sedang ramai, satu pesanan bisa sampai puluhan burger ludes. Saya biasanya berhenti narik kalau orderan burger lagi ramai,” kata Hermawan, sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.

Dia mengaku saat ini penghasilannya dari menjadi mitra GrabBike dan GrabFood memang meningkatkan penghasilannya secara signifikan.

“Usaha burger kami bisa cepat berkembang dengan bergabung ke GrabFood, seharinya bisa hingga 50 pesanan kami kerjakan dari GrabFood. Omset sebulan bisa jutaan dan meningkat terus setiap bulannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hermansyah bersyukur karena usahanya beserta istri terus berkembang hingga hari ini. Apalagi sekarang usaha burgernya telah menjadi ‘resto pilihan’. Tentu, karena itu penghasilannya juga semakin bertambah.

Inilah bukti bahwa kehadiran aplikasi seperti Grab telah mengubah hidup banyak orang. Intervensi teknologi terbukti berhasil membantu kehidupan masyarakat dengan membuka peluang usaha baru.

Kesuksesan lain dialami oleh seorang driver bernama Nurwahid (51). Dirinya akhirnya bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah dari hasil menyisihkan uang tarikan ngojolnya.

Untuk mewujudkan impiannya itu, Nurwahid menabung Rp 35 ribu setiap hari selama dua tahun lebih. Ia narik seperti orang-orang, berangkat pagi dan pulang sore hari.

Dan akhirnya, usaha keras Nurwahid itu memang tak sia-sia. Dia berhasil mengumpulkan uang dan berangkat ke tanah suci menunaikan salah satu kewajiban seorang Muslim.

Pencapaian lain ditunjukan seorang driver yang berhasil menyelesaikan studi S2-nya di IAIN Jember dengan predikat lulusan terbaik. Driver tersebut adalah Badrut Tamam yang sehari-hari ngojol di seputaran Jember Jawa Timur.

Tamam (panggilannya) menceritakan, dia mulai menjadi driver ojek online pada awal 2018. Saat itu, dia sudah tercatat sebagai mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Jember. Meski berat, dia tak patah arang untuk menyelesaikan pendidikannya.

“Ya, namanya pendapatan driver ojol, juga tidak menentu pendapatannya. Tapi, alhamdulillah ada saja jalannya hingga akhirnya saya menyelesaikan pendidikan ini,” kata Tamam saat ditemui sedang menunggu penumpang di sekitaran Transmart Jember, seperti dikisahkan Tribunnews.com.

Setelah lulus meraih gelar Magister Hukum, Tamam mengaku akan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya akan lanjutkan pendidikan ke jenjang doktor, tidak ada kata menyerah, karena saya yakin, pasti ada jalan, apalagi saya mencari ilmu,” pungkasnya.

Cerita di atas hanyalah tiga dari banyak kisah yang bertebaran mengenai driver ojol yang sukses dalam kehidupannya. Kita tak bisa meremehkan pekerjaan ojol. Asalkan ini dikerjakan dengan tekun dan niat masing-masing, pasti akan membawa keberkahan bagi pelakunya.