Merebaknya virus Corona di Indonesia sempat membuat semua kalangan khawatir. Termasuk bagi pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari berinteraksi dengan orang asing.

Kekhawatiran itu masuk akal sebab sudah ada satu orang pengemudi ojol yang suspect virus Corona di Batam, Kepulauan Riau.

Seorang driver Gojek tersebut harus menjalani proses karantina atau observasi guna mencegah terpaparnya virus Covid-19.

Ia turut diobservasi bersama 14 warga Batam lainnya usai melakukan kontak atau berkaitan dengan Nyonya VP, Warga Negara Singapura yang telah dinyatakan positif Virus Corona oleh Kementrian Kesehatan Singapura.

Driver Gojek ini diketahui sempat mengantar pulang CSS, Asisten Rumah Tangga VP di Batam.

“Dia ini sempat kontak langsung dengan CSS yang juga closed contact dengan VP. Ia masuk dalam cluster ketiga yang kita telusuri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KKP Klas I Batam, seperti dikutip dari Surya Kepri, Senin (2/3).

Saat ini, yang bersangkutan bersama dengan 14 orang lainnya tengah dalam pengawasan tim instansi kesehatan terkait. Mereka tidak diijinkan melakukan kontak dengan siapapun dan akan menjalani proses karantina di Asrama Haji.

Otoritas terkait kini sedang melakukan pengujian spesimen laboraturium untuk dites. Hasilnya akan keluar beberapa hari ke depan. Jika positif virus Corona maka mereka akan dikarantina dan menjalani pengobatan, namun jika negatif maka diperbolehkan untuk pulang.

Sedangkan satu orang lagi yang mengantar CSS sampai sekarang belum ketemu. Ia diharapkan bisa ikut menjalani observasi.

Hingga kini tim dari Dinas Kesehatan masih melacak keberadaan yang bersangkutan. Bahkan, tim juga meminta bantuan pihak lain untuk mengetahui keberadaan driver ojek tersebut. Dikhawatirkan driver tersebut bisa menjadi penyebar super jika tak segera dites.

Permintaan Masker Gratis

Suspectnya seorang driver di Batam ditambah dengan telah diumumkannya secara resmi oleh Presiden Joko Widodo mengenai adanya dua orang terduga (suspect) virus Corona Covid-19 di Depok Jawa Barat, membuat driver ojol di seluruh daerah agak was-was.

Asosiasi pengemudi ojek online dari Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia secara resmi menyampaikan sikap agar seluruh rekan-rekan ojol agar waspada dan mulai lakukan langkah antisipasi, namun tetap tenang dan jangan panik.

“GARDA juga mengimbau kepada pihak aplikator agar turut bertanggung jawab mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19 bagi para mitra pengemudi ojolnya,” ujar Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia seperti dilansir dari Kontan, Senin (2/3).

Asosiasi driver ojek online (ojol) itu juga meminta aplikator kembali menyediakan masker khusus kesehatan gratis untuk pengemudi dan penumpang. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 atau corona.

Terlebih, kini sudah ada dua orang warga Indonesia yang positif terkena virus.

“Virus corona dapat menyebar melalui interaksi melalui udara yang dapat saja terjadi di mana pun, hendaknya perlu diantisipasi sejak awal khususnya pada kota-kota besar seperti DKI Jakarta. Kemudian bagi seluruh rekan tetap waspada tetapi tenang dan jangan panik,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.

Menurutnya, ketersediaan masker khusus kesehatan merupakan bentuk tanggungjawab dari aplikator terhadap mitra pengemudi maupun pengguna aplikasi.

Disetujui Grab, Belum Dijawab Gojek

Adapun terkait dengan permintaan masker gratis dari para pengemudi ojol tersebut, Grab sebagai aplikator langsung menyetujuinya.

Seperti diberitakan oleh Katadata, Juru Bicara Grab Indonesia mengatakan, perusahaan memberikan lebih dari 5.000 masker kesehatan kepada mitra pengemudi melalui Grab Bike Lounge Daan Mogot, Kebayoran Lama dan TB Simatupang. Masing-masing mendapatkan 1.700 masker.

Lebih dari itu, apabila ada mitra pengemudi ojek online yang perlu dikarantina ataupun dirawat, Grab mengaku siap mendukung.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, perusahaan bakal memberikan edukasi kepada mitra pengemudi, mitra penjual GrabFood, dan konsumen terkait covid-19. Edukasi dilakukan melalui aplikasi, e-mail, media sosial maupun konvensional.

Sedangkan untuk Gojek belum ada tanggapan apapun terkait dengan merebaknya virus Corona ini. Hal ini seperti dikabarkan oleh Katadata yang mencoba menghubungi tetapi belum ada tanggapan.

sumber gambar: klikdokter.com