Pelecehan seksual di transportasi publik cukup marak terjadi di Indonesia, termasuk pada moda transportasi ojek atau taksi online. Baru-baru ini, seorang penumpang ojek online di Malang mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh drivernya. Sebelum itu, kasus serupa juga terjadi di Surabaya, Palembang, dan Gowa.

Rata-rata korban pelecehan seksual ini adalah penumpang perempuan dan pelakunya driver laki-laki. Relasi kuasa yang timpang antara posisi tersebut telah membuka celah adanya pelecehan seksual di transportasi publik.

Pelecehan seksual adalah perilaku atau perhatian yang bersifat seksual yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki. Pelecehan biasanya mencakup pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual, menunjukkan alat kelamin pelaku pada korban secara paksa, hingga ucapan atau perilaku yang berkonotasi seksual.

Jika dibiarkan, pelecehan seksual bisa mengarah pada hal yang lebih serius yakni kekerasan seksual seperti perkosaan. Inilah yang memprihatinkan kita semua, sehingga menarik simpati guna mencari solusinya.

Yang jelas, solusi untuk mencegah pelecehan seksual di ojek online ini harus melibatkan para driver ojol, terutama yang laki-laki. Karena bagaimanapun, diakui atau tidak, driver ojol laki-laki itu memiliki kans yang lebih besar untuk menjadi pelaku pelecehan seksual.

Perlu ada pemahaman dan kesadaran bersama bahwa pelecehan seksual kepada penumpang itu melanggar hukum dan tidak sesuai dengan norma kepatutan sosial.

Berikut tips kepada para driver ojol agar tidak menjadi pelaku pelecehan seksual di jalan,

1. Luruskan Niat

Menjadi driver ojol pada dasarnya adalah bekerja atau mencari nafkah. Entah itu ditujukan untuk diri sendiri atau demi menghidupi keluarga. Oleh karena itu, para driver sebaiknya perlu mengembalikan niat awal agar terhindar dari pikiran-pikiran negatif.

Dengan niat yang lurus dan komitmen yang kuat, para driver akan dituntun oleh hati nurani agar bisa bekerja dengan baik. Toh, pada akhirnya, semua jerih payah itu akan menjadi ibadah. Bener kan?

2. Layani Konsumen dengan Profesional

Melayani penumpang dengan profesional adalah tuntutan tugas seorang driver ojol. Fokuskan saja pikiran pada hal itu.

Dengan melayani penumpang dengan baik dan profesional, pikiran negatif sedikit-banyak pasti akan teralihkan.

Ingat, tindakan-tindakan pelecehan seksual itu pada dasarnya merugikan penumpang. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan azas melayani penumpang dengan profesional.

3. Cari Jalan yang Ramai, Hindari yang Sepi

Kata Bang Napi dulu, kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Untuk itulah, selagi kita menjadi driver sebaiknya cegah kesempatan yang bisa menjadi rupa-rupa kejahatan. Mencari jalan yang ramai, misalnya.

Situasi yang ramai akan mempersempit ruang driver melakukan pelecehan seksual. Juga akan menghindarkan dirinya dari korban kejahatan lain, misal pembegalan atau perampokan.

Jadi selalu mencari jalan yang ramai akan mendekatkan kita pada keselamatan dan mencegah kejahatan.

4. Ingat, Pelecehan Seksual itu Kejahatan dan Melanggar Hukum

Pelecehan seksual adalah kejahatan yang serius. Titik. Tak ada argumentasi lain soal ini. Oleh karena itu, siapa yang melanggarnya pasti akan berhadapan dengan hukum yang berlaku.

Agar tidak menjadi pelaku, para driver ojol harus ingat ini. Jangan melakukan pelecehan jika tak ingin masuk penjara, bang-abang.

5. Pelecehan Seksual sama dengan Pemecatan

Driver ojol yang terbukti melakukan pelecehan seksual pasti akan dipecat. Ini adalah komitmen dari penyedia jasa layanan ojek online, Grab maupun GoJek.

Sehingga, jika driver melakukan pelecehan, maka dia harus bersiap-siap kehilangan pekerjaan, plus mendapatkan hukuman. Ini jelas lebih banyak mudharat daripada kebaikannya.