Seorang costumer, Nabilah Yasya, mengunggah pengalaman tak menyenangkan saat dia memesan jasa ojek online. Bukannya mengantar Nabilah sampai tujuan, si driver Go-Jek yang diketahui bernama Muammar Ridwan Basuni, berupaya menipu dan mengirim pesan untuk mengajak berhubungan seksual. 

Kisah ini diunggah Nabilah di akun Twitter @Nbyasya. Nabilah memesan ojek dari Senayan City menuju Jl. Haji Nawi, Gandaria, Jakarta Selatan, pada tanggal 7 Januari 2020 sekitar pukul 22.23 WIB. 

“Halo @gojekindonesia tadi saya mau naik gojek dan dapet orang ini. Bukannya di pickup malah mau nipu. Udah gak bisa nipu karena saya gak kasih OTP, malah katain saya dengan alat kelamin pria, dan ngajak saya berhubungan dengan dia. Tolong orang kaya gini aksesnya ditutup aja,”tulis Nabilah.

Ia juga menjelaskan bahwa sempat akan melaporkan driver tersebut ke pihak berwajib, namun ditanggapi dengan nada meremehkan.

Kejadian pelecehan dan penipuan oleh oknom Go-Jek bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya kasus serupa juga dialami anak perempuan Judith Lubis yang sempat memesan makanan via fitur pesan antar di Gojek, GoFood. Peristiwa ini dibagikan oleh Judith ke media sosial.

Berawal dari pesanan Go-Food yang tidak diantar, kemudian seseorang mengaku mitra Gojek mengganggu putri Judith dengan mengirim pesan dan telepon. Menurut penjelasan Judith, oknum driver Gojek ini mengirim pesan dengan nada bahasa yang sangat melecehkan dan tanpa rasa salah.

Nabilah dan Judith membagikan ceritanya agar menjadi pelajaran bagi semua pengguna ojek online. Seperti dikutip dari lawan Gojek Indonesia, salah satu bentuk pelecehan yang sering terjadi adalah pelecehan seksual. Berikut merupakan tindakan yang termasuk ke dalam pelecehan seksual:

  • Kontak fisik yang tidak perlu, menyentuh, mencolek, atau menepuk orang lain;
  • Kata-kata yang tidak bisa diterima dan sugestif, termasuk lelucon, komentar mengenai penampilan, dan ucapan lisan yang disengaja atau bersiul yang dapat membuat orang lain merasa risih atau tidak nyaman;
  • Mengirimkan gambar-gambar berkonten porno kepada orang lain; 
  • Mengintimidasi atau mengancam orang lain secara seksual;
  • Mitra menghubungi Pelanggan di luar order melalui Whatsapp; atau
  • Ajakan bersifat seksual

Nah, bagaimana jika kejadian tersebut menimpa anda sebagai pemakai jasa ojek online. daripingirjalan.com merangkum beberapa hal yang bisa anda lakukan jika mendapat pelecehan seksual dari driver ojek online, terutama melalui aplikasi percakapan.

Cepat Screenshot Bukti Chat

Pertama yang perlu anda lakukan, langsung screenshot percakapan dan profil driver sebagai bukti pengaduan nantinya. Karena ketika anda meng-cancel atau selesai menggunakan aplikasi ojol, layanan chat akan hilang otomatis.

Tidak hanya disimpan di handphone, penting juga untuk meng-copy foto screenshot di device lain atau segera mengunggahnya di email untuk berjaga-jaga jika handphone anda rusak.

Cancel Orderan

Jika kejadiannya mirip seperti yang dialami Nabilah, segera cancel orderan setelah anda screenshot isi chat. Membatalkan pesanan penting untuk mencegah hal-hal yang lebih parah, jadi sebaiknya anda menghindari driver ojek online tersebut.

Laporkan ke Unit Darurat Penyedia Layanan

Setiap Jasa ojek online pasti memiliki costumer service atau nomor yang bisa anda hubungi untuk pengaduan. Selanjutnya, pihak mereka pasti akan meminta nomor orderannya agar mereka bisa tahu identitas driver-nya.

Jika kejadian tersebut saat menggunakan layanan Go-Jek, anda dapat melaporkan melalui nomor telepon Unit Darurat Gojek: 0 21-508-49022 kemudian tekan 0. Sementara, jika pelecehan dilakukan oknum driver Grab, anda bisa menghubungi layanan pelanggan Grab melalui aplikasi.

Pantau Kelanjutan Pengaduan

Setelah membuat laporan ke penyedia layanan, anda harus terus memantau kelanjutan pengaduan. Jangan sampai aduan menggantung dan driver tersebut masih melakukan hal yang sama ke penumpang yang lain.

Lebih parahnya, jika oknum driver malah terus mengintimidasi anda. Dalam kondisi tersebut, tidak ada salahnya anda langsung melapor ke pihak berwajib atau organisasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengada Layanan Bagi Perempuan Korban Kekerasan.

Itu tadi hal sederhana yang bisa anda lakukan jika mendapatkan pelecehan seksual dari driver ojek online. Selalu waspada, dan kita berharap para oknum driver pelaku pelecehan mendapat sanksi dari penyedia layanan atau pibak berwajib.

Tentu sebagai pengguna, kita ingin Gojek atau Grab juga lebih ketat dalam melakukan seleksi dan pengawasan agar bisa menjamin keselamatan penumpangnya.