Akibat semakin merebaknya virus korona, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Guna mendukung gerakan memerangi COVID-19, Grab Indonesia mengajak masyarakat bergabung dalam gerakan KitaVSCorona.

Diberitakan Detikcom (18/3), dalam keterangan tertulisnya, Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan, “KitaVSCorona berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, membangun keteguhan dan memberdayakan masyarakat Indonesia saat masyarakat bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi.”

Neneng juga mengungkapkan, Grab Indonesia sangat bersyukur kepada para mitra pengemudi, pengantaran, dan merchant yang terus melayani dan membantu keseharian masyarakat pada masa penuh cobaan ini.

Sejak Desember 2019, Grab Indonesia telah memonitor situasi dan mempersiapkan seluruh pemangku kepentingan Grab untuk merespon masalah COVID-19. Grab mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelanggan, mitra pengemudi, dan merchant sebagai prioritas utama.

Di samping itu, Grab turut menjaga kesehatan dan keselamatan karyawannya. Menerapkan tindakan seperti mewajibkan karyawan yang sakit untuk tidak bekerja, membersihkan kantor dengan bahan desinfektan, menyediakan pembersih tangan di kantor, mewajibkan karyawan menyatakan riwayat perjalanannya, dan menyediakan masker wajah.

Tak ketinggalan, Grab juga menawarkan konsultasi kesehatan gratis kepada konsumennya melalui GrabHealth, yang dijalankan tenaga medis profesional yang dilatih oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Dengan fitur GrabHealth, konsumen dapat membeli produk kesehatan dan vitamin atau menebus suplemen melalui GrabRewards. GrabHealth akan secara teratur memberikan informasi kesehatan kepada publik untuk membantu menangani penyebaran COVID-19.

Grab Indonesia juga memberikan tips kepada konsumen agar terhindar dari paparan virus tersebut, khususnya pelanggan GrabFood dan GrabExpress. Grab juga mengimbau para mitranya dan konsumennya agar ikut memutus rantai penyebaran virus tersebut dengan menghindari kontak secara langsung.

Dalam keterangan di website-nya, Grab memberikan beberapa panduan secara langsung untuk pemesanan tanpa kontak langsung. Pelanggan GrabFood dan GrabExpress dapat mengikuti panduan pemesanan tanpa kontak di aplikasi Grab sebagai berikut:

  • Pelanggan menginformasikan mitra pengantar untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu yang telah ditentukan
  • Mitra pengantaran akan memberitahu pelanggan ketika pesanan telah diletakkan di lokasi yang disepakati. Mitra akan menunggu pelanggan untuk mengambil pesanannya, di mana mereka akan berdiri dalam jarak 2 meter dari pesanan tersebut
  • Grab menyarankan pembayaran non-tunai, namun penggunaan uang non tunai tidak dapat dihindari, pelanggan bisa meletakkan uang dalam amplop kemudian meletakan di tempat pesanan yang ditentukan sebelumnya.

Selain pemesanan tanpa kontak langsung, Grab juga mengimplementasikan langkah pencegahan tambahan di seluruh gerai GrabKitchen di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Medan.

Seluruh staf GrabKitchen, termasuk staf mitra merchant, akan dicek suhu tubuhnya setiap hari sebelum mulai bekerja. Begitu pula dengan seluruh mitra pengantaran, akan dicek suhu tubuhnya sebelum mengambil pesanan pelanggan. Kemudian mitra merchant akan memastikan, bahwa semua pesanan makanan telah dibungkus dengan benar sebelum diserahkan kepada mitra pengantaran dengan kontak seminimum mungkin.

Grab juga telah bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam industri makanan dan minuman untuk meningkatkan standar kebersihan, mulai dari tahap penyiapan hingga pengantaran, termasuk sosialisasi tentang pentingnya kebersihan makanan.