Perusahaan start up ride-hailling, Grab Indonesia, akhirnya meluncurkan taksi online berbasis tenaga listrik pertama di Indonesia. Proyek ini dinamakan dengan GrabCar Elektrik powered by Hyundai.

Grab mulai mengoperasikan sebanyak 20 unit taksi online listrik, dan akan beroperasi di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). Untuk tahap awal ini, pengoperasian Grabcar Elektrik hanya bisa dipesan di Bandara Internasional Soekarno Hatta terlebih dulu, dengan berbagai tujuan di Jabodetabek.

Layanan tersebut merupakan kerja sama Grab dengan PT Hyundai Motor Indonesia (HMI). Tipe mobil yang dipakai adalah Hyundai IONIQ Electric Vehicles (EV), dengan harga sekitar Rp 500 juta.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menyampaikan bahwa peluncuran GrabCar Elektrik ini merupakan upaya Grab dan Hyundai untuk mendukung inisiatif pemerintah guna menghadirkan 2 juta kendaraan elektrik (electric vehicle/EV) pada 2025.

Selain itu, juga sejalan dengan Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik yang diluncurkan Grab bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Desember 2019.

“GrabCar Elektrik merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia yang telah kami sampaikan ketika memperoleh investasi USD 2 miliar dari SoftBank tahun lalu,” ujar Ridzki Kramadibrata, di acara peluncuran layanan GrabCar Electric, di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, sebagaimana dilansir dari beritasatu.com, pada Senin (27/1/2020).

Meski baru beroperasi 20 di Bandara Soekarno Hatta, Grab menargetkan untuk tahun ini akan mengadakan 500 unit kendaraan listrik daring yang akan beroperasi di Indonesia.

“Kita targetkan sampai akhir tahun ini, sekitar ada 500 unit yang dioperasikan. Sementara tahap awal, sudah beroperasi sebanyak 20 unit Grabcar Elektrik,” kata Ridzki, seperti diberitakan kompas.com (27/01).

Tarif Sedikit Mahal

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, tarif GrabCar Electric ini akan lebih mahal 10% – 15% dari GrabCar layanan biasa. Pasalnya, bahan bakar kendaraan kedua jenis layanan itu berbeda jenisnya.

Misalnya untuk Grabcar berbahan bakar BBM bertarif Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per kilometer, maka perbedaan tarif per kilometernya diperkirakan mencapai Rp 17 ribu sampai Rp 22.500 dengan Grabcar Elektrik.

“Karena kan pelayanannya lebih eklusif, mobilnya juga baru, daya ekualnya juga lebih tinggi, kenyamananya juga lebih baik. Kita akan ada penyesuaian tarif sedikit dibandingkan dengan Grabcar airport, itu sekitar 10 sampai 15 persen,” tutur Ridzki.

Adanya GrabCar elektrik ini juga akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Indonesia agar mulai familiar dengan moda transportasi yang lebih ramah pada lingkungan. Bagaimanapun, kendaraan listrik akan lebih baik dibandingkan dengan kendaraan berbasis bahan bakar fosil.  

Apresiasi Pemerintah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah Grab Indonesia yang turut mendukung untuk mewujudkan tranportasi ramah lingkungan dengan menggunakan kendaraan elektrik untuk armadanya.

Apresiasi tersebut disampaikan Menhub saat menghadiri Peresmian Grabcar Airport Berbasis Listrik, Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1).

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Grab dengan menggunakan kendaraan elektrik untuk armadanya. Tingginya jumlah kendaraan bermotor menyebabkan udara terpapar dalam polutan berbahaya, untuk itu penggunaan mobil listrik menjadi salah satu solusi kita untuk menurunkan kadar polusi yang ada,” ucap Menhub Budi Karya, seperti dikutip dari niaga.asia (27/01).

Menurutnya, langkah dari Grab Indonesia ini juga telah sesuai dengan program pemerintahan Jokowi yang ingin mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia. Faktor sustainability atas lingkungan menjadi alasan utamanya.

Oleh karena itu, dia  sangat mendukung bila Grab menginisiasi mengoperasikan taksi online berbasis listrik ini.

Apresiasi dan dukungan dari Menhub itu pun tak main-main, karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan memesan 100 unit mobil listrik untuk digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat eselon I dan eselon II Kemenhub.

Tak hanya itu, PT PLN (Persero) juga berencana menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di tempat yang mudah dijangkau. Yang pasti, PLN akan membangun SPKLU di Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan, di luar bandara sudah terdapat stasiun pengisian kendaraan listrik di Tangcity Mall dan Aeon Mall.

Ini langkah awal yang baik dari GrabCar Indonesia. Kolaborasi yang apik dengan perusahaan dan pemerintah yang mendukung visi bisnis berkelanjutan di masa depan akan membawa kehidupan yang lebih baik.