AKHIR-akhir ini ojek online (ojol) sedang mendapat perhatian karena menyumbang kemacetan di Jabodetabek. Kebiasaan para pengendara ojol berhenti atau mangkal di pinggir jalan, dikeluhkan pengendara lain. Ojol sebagai alternatif transportasi publik, tak ada bedanya dengan angkot, minibus, metromini, atau Kopaja yang sering ngetem atau mangkal di bahu jalan. 

Seperti di Jalan Margoda, Depok, biasanya ojol mangkal di bahu jalan depan SDN Pondok Cina 1 hingga di depan Gramedia. Tidak tangung-tanggung, jika malam hari, mereka bisa membuat dua baris di bahu jalan. Imbasnya, lajur jalan menjadi sempit dan arus kendaraan jadi terhambat. 

Begitu juga di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, beberapa driver ojol terpaksa ditertibkan dishub karena sering mengganggu kelancaran arus lalu lintas. 

Menanggapi hal ini, pemerhati masalah transportasi, Budiyanto, mengatakan ojek online hanya perlu mendapat kesetaraan dan payung hukum.

Ia menilai dengan adanya payung hukum permasalahan terhadap ojek online akan terselesaikan.

“Dengan legalitas yang memadai, para pengemudi ojek online dapat memperjuangkan hak-haknya dengan lancar untuk meningkatkan kesejahteraan. Begitu juga dengan aplikator, punya tanggung jawab yang jelas. Misalnya harus membangun shelter untuk mangkal menunggu penumpang, penentuan tarif yang diterima semua pihak“ sebut mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP (Purn) ini.

Senada, para driver juga berharap penyedia jasa aplikasi seharusnya memiliki tanggung jawab untuk menertibkan mitranya dengan menyediakan fasilitas tempat tunggu seperti shelter.

“Harusnya ada shelter ya, misalnya kalau parkir di depan atau disamping mall ada fasilitas buat driver ojol sendiri dari perusahaan atau kerja samanya,” ujar salah seorang mitra ojol, Khalid saat ditemui mangkal di depan Toko Gramedia, Margonda, Depok. 

Khalid tak berharap banyak kenyamanan pada fasilitas ini. Minimal ada lahan untuk parkir yang dapat digunakan bergantian. “Rata-rata waktu tunggu ojol hanya menghabiskan waktu 15 menit. Paling lama pun 25 menit jika harus mengambil pesanan makanan yang harus dimasak terlebih dahulu. Yang penting ada buat parkir, biar gak naruh motor dijalan,” jelasnya.