Buat anda pengguna ojek online pasti pernah mendengar kosa kata atau istilah-istilah aneh yang digunakan para driver. Ada yang bisa dipahami dengan mengartikan kalimat keseluruhan. Ada juga yang betul-betul asing di telinga kita. Seperti istilah “Gacor”, “Opik”, “Tuyul” dan lain-lain. Aneh bukan?

Agar perbincangan anda tetap nyambung dengan driver. Tidak ada salahnya memahami istilah-istilah yang sering mereka gunakan. Atau buat driver baru, agar anda tidak binggung membaca percakapan di group antar pengemudi, penting banget memahami istilah-istilah ini.

Berikut kami rangkum beberapa istilah aneh yang sering digunakan para driver ojek online.

Gacor
Dalam KBBI, gacor memiliki arti kicauan burung di setiap tempat dan waktu. Nah, dalam dunia ojek online gacor merupakan kependekan dari gampang cari orderan atau bisa juga diartikan sebagai orderan yang terus masuk. Ada juga yang mengartikan seperti mobil tanpa rem, atau orderan jalan terus.

Ofik
Ofik kepanjangan dari orderan fiktif. Ada juga yang menyebut “opik”. Keduanya memiliki arti sama. Hati-hati untuk para driver, belakangan ini sedang marak praktek ofik, khususnya di layanan antar makanan. Ketika driver sudah membelikan pesanan, konsumen tidak bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi kembali.

Driver Gojek Hilman Nugraha (@HilmanNug) pernah mencerikan pengalamannya mendapat order fiktif. Tidak tanggung-tanggung, si penipu menggunakan nomor telepon luar negeri (+1). Kejadian itu berulang kali menimpa Hilman. Sayangnya, keluhan Hilman belum mendapat tindak lanjut dari manajemen Gojek Indonesia.

Ofik paling dihindari para driver. Bukan hanya membuang waktu, kadang bikin kantong pengemudi bangkrut karena orderan fiktif.

Anyep
Arti kata anyep pada umumnya adalah tidak enak, hambar, rasa yang tidak nikmat, dan lain-lain. Hampir sama dengan istilah di ojek online, anyep merupakan ungkapan situasi dimana orderan sepi atau sama sekali tidak ada. Istilah ini merupakan kebalikan dari istilah gacor.

Tuyul
Ada yang membedakan istilah tuyul dengan fake GPS atau nitik. Kalau fake GPS itu mengelabui lokasi awal, tetapi pengemudi tetap mengantar penumpang. Misal pengemudi memiliki titik A—yang ramai penumpang, padahal lokasi sebenarnya masih di titik B. Driver menggunakan fake GPS agar bisa mendapat penumpang di titik A tanpa harus menunggu di sana.

Nah, kalo menggunakan aplikasi tuyul itu seolah-olah pengemudi mengantar penumpang ke tempat tujuan, padahal hanya diam di tempat.

Meski berbeda arti, keduanya merupakan tindakan penipuan yang harus dihindari para driver. Jangan coba-coba ya! Tidak hanya berakibat tindakan hukum, manajemen Grab dan Gojek juga akan menindak tegas driver yang menggunakan aplikasi tuyul atau fake GPS.

Mod
Mod merupakan aplikasi pendukung yang biasanya digunakan para driver untuk mendapatkan order terus menerus. Cukup diinstal di HP android, aplikasi penyedot orderan ini akan bekerja sendiri. Sayangnya, menggunakan aplikasi semacam ini dilarang oleh penyedia jasa transportasi online. Driver yang terdeteksi menggunakan APK Mod akunnya akan di suspend.

Selain 5 istilah diatas, ada juga istilah zomer (zona merah)—kawasan yang paling rawan terjadi bentrokan antara opang dan ojol. CS sebutan untuk customer, PU (Pick Up) istilah untuk narik penumpang, dan DO (drop) adalah istilah menurunkan penumpang di tempat tujuan.

Jika ada istilah aneh lainnya yang tidak kami rangkum, silahkan tanyakan langsung ke driver, atau tinggalkan di kolom komentar artikel ini.

Salam aspal…