Pandemi virus corona semakin menyebar di Indonesia. Tiap hari ada tambahan kasus dan orang yang tertular dengan virus Covid-19 ini.

Per Kamis, 19 Maret 2020, kasus pasien positif virus corona (COVID-19) mencapai 309 orang. Dibandingkan hari sebelumnya, ada 82 temuan baru pasien yang positif corona di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penemuan baru pasien positif virus corona terbanyak adalah di DKI Jakarta yaitu 52 orang.

“Total kasus menjadi 309 orang. Sementara yang sembuh ada 15 orang, terbanyak dari DKI Jakarta,” ujar Yuri, seperti dikutip dari cnbcindonesia, Kamis (19/3).

Diantara itu, jumlah pasien yang meninggal sampai saat ini adalah 25 orang. Bertambah 6 kasus meninggal dibandingkan hari sebelumnya. Sehingga, total angka kematian dari virus corona ini adalah 8% dari jumlah pasien yang ada.

Angka kematian ini juga menjadi yang terburuk di tingkat negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan per hari ini fatality rate (rasio tingkat kematian) di Indonesia ini menjadi yang tertinggi di dunia.

Berbagai usaha digalakkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona ini secara lebih luas. Imbauan social distancing (menjaga jarak sosial) hingga work from home (bekerja dari rumah) ditujukan guna ini.

Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat agar menjauhi kerumunan, dan berusaha mengisolasi diri secara sukarela di rumah masing-masing.

Pokok utama dari imbauan tersebut adalah agar masyarakat dapat menghindari kontak langsung dengan pembawa virus, sehingga penularan virus ini tidak semakin berlanjut. Sebab, kita tak pernah tahu pasti siapa saja yang sebenarnya telah membawa virus ini.

Pun imbauan ini ditujukan kepada segenap masyarakat, baik kepada masing-masing pribadi hingga instansi sosial dan bisnis.

Grab Sediakan Layanan tanpa Kontak Langsung

Imbauan pemerintah terkait social distancing tersebut disambut oleh perusahaan ride-hailing, Grab Indonesia. Selaku penyedia jasa layanan ojek online on-demand saat ini, Grab mulai menerapkan layanan tanpa kontak langsung.

Perusahaan tersebut mendorong beberapa kebijakan tambahan guna melindungi kesehatan mitra dan konsumen mereka.

“Kami telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta paket dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup mereka,” kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, seperti dilansir dari AntaraNews, Kamis (19/3).

Salah satu hal yang mudah dan berampak luas, Grab mulai mengukur suhu tubuh terutama bagi mitra yang tergabung dalam layanan pesan-antar makanan. Mereka yang terindikasi memiliki panas tubuh di atas ambang normal akan diminta untuk memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah.

Selain itu, usaha untuk menciptakan jarak aman pengguna dan mitra Grab tersebut terlihat pada layanan GrabFood dan GrabExpress.

Dalam panduan yang diberikan Grab, pengguna bisa meminta pengemudi untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu yang sudah disepakati. Berikutnya, mitra Grab akan meletakkan pesanan di tempat tersebut, dan menunggu pengguna mengambil pesanan dalam jarak 2 meter.

Dengan begitu, praktis akan mengurangi kontak langsung antara pengemudi dan pengguna Grab. Sehingga, jika kamu sedang mengisolasi diri di rumah tak perlu khawatir jika harus memesan makanan atau barang melalui layanan Grab.

Tak hanya itu, Grab juga menyarankan melakukan pembayaran secara non tunai untuk mendukung pemesanan tanpa kontak ini.

Langkah perusahaan super app ini patut diapresiasi. Dengan pendekatan seperti itu, setidaknya Grab turut mendukung arahan social distancing yang disampaikan pemerintah.

Dalam situasi seperti ini, kita memang tak bisa hanya mengandalkan langkah pemerintah saja. Semua pihak harus saling bergotong royong dan bekerjasama untuk mencegah penyebaran virus corona.

Apa yang dilakukan oleh perusahaan ojek online tersebut adalah salah satunya. Salut!

sumber gambar: antaranews.com