Perusahaan teknologi Grab kembali membuka platform pengembangan talenta digital Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 3 untuk mempercepat pertumbuhan startup di Indonesia. Kehadiran program ini tidak lepas dari kesuksesan Grab Ventures dalam mendukung kemajuan startup seperti TaniHub dan Qoala yang merupakan lulusan GVV Angkatan 2.

Seperti diketahui, Grab Ventures Velocity (GVV) merupakan perpanjangan tangan dari inovasi terbaru dan usaha ventura Grab yang telah dimulai sejak tahun 2018. Tahun lalu, startup Indonesia mendominasi penjaring. Total ada 7 startup yang terdiri dari Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala. Singapura diwakilkan oleh dua startup Treedots dan GLife. Terakhir ada satu startup asal Malaysia yakni MyCash Online.

Dengan mengambil tema besar “Memberdayakan Pengusaha Mikro” melalui dua jalur berbeda yaitu Restaurant Value Add Services dan B2B Logistic. Grab ingin merangkul startup yang menghadirkan solusi digital bagi pemilik UKM di bidang restoran, serta menghadirkan disrupsi digital dalam industri logistik. 

“Kami beruntung ekosistem startup Indonesia telah terbukti menjadi ekosistem startup terkuat di kawasan ini selama bertahun-tahun. Grab telah memasuki tahun ke-6 beroperasi di Indonesia dan perjalanan panjang ini juga membuat kami memahami apa saja tantangan dan kebutuhan yang dihadapi perusahaan startup yang sedang berkembang di tanah air. Melalui GVV kami berharap dapat meningkatkan kualitas startup tanah air melalui bimbingan dan juga akses pasar sehingga bisa mendukung upaya pemerintah untuk mendorong ekonomi digital,” jelas Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.

GVV, Program Scale Up yang Unik

Dari 2 angkatan sebelumnya, GVV telah mendorong pertumbuhan 15 startup yang bertujuan untuk menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi konsumen sehari-hari menggunakan teknologi. Sepuluh (10) startup tersebut merupakan startup asal Indonesia dan enam (6) dari mereka merupakan lulusan GVV Angkatan 2.

Setelah lulus, mereka terus memperoleh dukungan dari Grab untuk dapat menawarkan layanan mereka kepada pengguna Grab dan juga GrabKios. Hingga saat ini, lulusan GVV telah memberdayakan lebih dari 117.000 pengusaha mikro.

President & Co-founder TaniHub, Pamitra Wineka mengatakan setelah bergabung dengan GW Angkatan 2, TaniHub berkesempatan untuk mengintegrasikan layanan yang dimiliki TaniHub dengan GrabKios. Sehingga dapat membantu mitra GrabKios untuk memperoleh produk segar dari petani lokal dengan harga terjangkau.

“Dengan akses ke basis pelanggan yang lebih banyak dari GrabKios, kami dapat menyerap lebih banyak produk dari petani lokal untuk didistribusikan ke konsumen yang lebih luas, meningkatkan permintaan untuk petani lokal serta memperluas jangkauan mereka,” ujar  Pamitra Wineka.

TaniHub merupakan sebuah platform e-commerce pertanian Indonesia yang dibangun pada tahun 2016. Kehadiran platform ini bertujuan untuk mengatasi rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian serta menghubungkannya ke pasar yang lebih luas. TaniHub telah melayani masyarakat individual serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Bersama GrabKios, TaniHub mampu mendistribusikan hasil panen petani kepada mitra GrabKios di 4 kota yaitu, Jabodetabek, Bandung. Yogyakarta, dan Surabaya dalam 3 bulan terakhir dan sedang dalam persiapan untuk menjangkau lebih banyak mitra GrabKios di kota lainnya.

Gimana Carannya Gabung?

Pendaftaran GVV Angkatan 3 saat ini telah dibuka dan dapat diikuti oleh semua startup di Indonesia dan Asia Tenggara. Startup yang terpilih sebagai Angkatan 3 nantinya akan memperoleh bimbingan dari para ahli C-level di bidang startup serta kesempatan untuk mengetes proyek pilot mereka di platform Grab serta akses kepada basis pelanggan Grab yang luas. 

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi tinyurl.com/gvvbatch3.