Abang Ojek Online (Ojol) beberapa pekan lalu sempat menghiasi layar Youtube, bahkan menjadi trending. Pasalnya, sejumlah Youtuber menjadikan mereka bagian dari konten “prank” sehingga membangkitkan rasa belas kasihan. Secara teknis, “prank ojol” dimulai dengan pemesanan makanan dengan harga yang lumayan tinggi.

Ketika Abang Ojol sudah berbelanja dan mengantarkan makanan, Sang Youtuber membuat prank dengan membatalkan pesanan. Tapi tentu saja karena berjudul “prank”, ini hanya sebatas candaan belaka. Ketika Abang Ojol sudah merasa sedih dan kecewa, sang Youtuber akan datang sebagai “dewa penolong” yang kemudian memberikan imbalan yang berlipat-lipat dari nilai kerugian pembatalan pesanan, kemudian sejenak melakukan wawancara berkaitan dengan keseharian Abang Ojol.

Pembuatan konten “prank abang ojol” menuai kontroversi. Ada yang setuju hingga terinspirasi untuk membuat konten serupa, ada pula yang menunjukkan penolakan dan kritik keras. Suara penolakan mendominasi, dengan alasan yang cukup realistis, di mana youtuber pembuat konten dituding memanfaatkan “belas kasihan” untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat dari iklan adsense.

Lantas bagaimana sikap yang seharusnya kamu lakukan sebagai Abang Ojol ketika menjadi korban “prank” Youtuber? Ini dia sikap terbaik yang bisa kamu lakukan:

1. Menolak Masuk ke Skenario

Kamu mungkin seorang yang murah hati dan pandai memaafkan. Tapi ketika kamu kena prank, sebaiknya tegaslah menolak untuk melanjutkan skenario sang Youtuber. Kamu mungkin diiming-imingi imbalan uang yang lumayan tinggi, tapi sebaiknya jangan diterima. Kamu perlu tahu bahwa pendapatannya dari adsense ketika sukses membuat konten “prank” jauh lebih besar dibanding imbalan yang ia berikan padamu.

2. Tidak Memberi Izin Tayang

Ketika kamu kena prank, kamu punya hak untuk tidak memberi izin penayangan atas konten tersebut. Jika sang pembuat konten “keukeuh” ingin menayangkannya tanpa izin, kamu bisa menggugatnya dengan UU ITE. Kamu harus bangga menjadi seorang Driver Ojol, sebab ini profesi yang halal. Jadi, jangan pernah merendahkan diri dan tak berdaya ketika merasa diperdaya oleh seorang Youtuber.

3. Membuat Video Tandingan

Untuk langkah yang lebih kekinian, kamu bisa membuat video yang mencela prank Youtuber. Selain akan membuat efek jera, cara ini akan membantu abang ojek lainnya untuk punya kekuatan menolak “dimanfaatkan” oleh pembuat konten Youtube. Ingatlah, bahwa profesi ojol juga bermartabat. kamu jangan mau diperlakukan seenaknya atau dibercandai seenaknya. Demikianlah tiga Cara Cerdas Menyambut Prank Ojol yang bisa kamu lakukan. Mari menjadi driver ojol yang profesional dan tidak mendukung segala prank yang berpotensi merugikan.