Bagi pengendara ojek online, baik Grab atau Gojek, sudah lazim melihat spanduk-spanduk penolakan dua perusahaan tersebut. Umumnya ada konflik dengan ojek pangkalan setempat. Sering juga peraturan yang tak tertulis, tidak terpampang spanduk atau imbauan penolakan, namun sesama driver sudah saling mengerti.

Seperti di stasiun Pondok Cina misalnya. Para driver ojol boleh bebas masuk mengantar penumpang hingga ke pintu depan stasiun, namun tidak ada yang menjemput atau ambil penumpang di depan stasiun.

Para penumpang juga sudah memahami situasinya. Jika para penumpang ingin dijemput, maka ia harus jalan ke luar area stasiun, di Jalan Margonda. Tempat biasa para ojol berkumpul menunggu penumpang.

Peraturan semacam itu tidak ada aturannya, tidak tertulis pula imbauannya, namun orang-orang yang biasa berkegiatan di sekitar wilayah tersebut sudah sama-sama memahaminya. Bermodalkan cerita dari mulut ke mulut. Kiranya hal tersebut juga terjadi di beberapa tempat lainnya.

Ternyata kasus itu bukan hanya dirasakan oleh driver roda dua saja. Grabcar dan Gocar juga merasakan hal yang sama, meski mereka tidak ada penanda yang menjadi ciri khas, dengan jaket dan helm yang seragam.

Yang pernah jadi perbincangan dan menyebar dari mulut ke mulut adalah ketika mereka tidak bisa mengambil penumpang di bandara Soearno Hatta. Sementara itu, untuk berjalan lebih dahulu ke luar area bandara dan baru melakukan order adalah hal yang nyaris mustahil dilakukan oleh penumpang. Mengingat luas bandara yang juga tidak kecil.

Bahkan ada beberapa cerita dari penumpang yang tetap order dari kawasan bandara, dan driver  yang nekat mengambil penumpang. Mereka berpura-pura seolah-olah adalah saudara yang menjemputnya. Skenarionya diatur melalui aplikasi chat yang tersedia di aplikasi masing-masing, atau dari telepon. Dan baik driver atau penumpang sama-sama sepakat.

Namun seiring meningkatnya permintaan dan perkembangan teknologi yang tak terbendung, suasana kali ini pun sudah jauh lebih mencair dari yang sebelumnya. Penumpang kian dimudahkan.

Baik Grabcar ataupun Gocar, keduanya memiliki lokasi khusus penjemputan di Terminal 1, 2 dan 3. Untuk Grabcar, lokasi penjemputan Terminal 1 ada di area Kedatangan Terminal 1A, 1B, dan 1C. 

Untuk penjemputan Grabcar di Terminal 2, lokasinya berada di area Kedatangan Terminal 2D dan 2F. Penjemputan Grabcar di area Kedatangan Terminal 3 Domestik, titik jemput resminya ada di parkiran lantai GF. Dan Terminal 3 Internasional titik resminya ada di Drive-Thru pick up. 

Sementara itu, berbeda dengan Grabcar yang ada di Terminal 1A, 1B dan 1C, untuk pemesanan Gocar di Terminal 1 hanya ada di area Kedatangan Terminal 1A. Kemudian untuk Terminal 2, sama dengan Grabcar yang ada di lokasi Kedatangan Terminal 2D dan 2F. Dan untuk Terminal 3 ada di area Kedatangan Terminal Domestik dan Internasional. 

Cara pemesanannya untuk penumpang juga seperti biasa melalui aplikasi, lalu tinggal pilih titik penjemputan yang telah ditentukan. Bisa juga dilakukan dengan mendatangi langsung titik penjemputan, lalu minta bantuan petugas yang berjaga untuk melakukan pemesanan. Harga juga sudah sesuai dengan argo yang tertera pada aplikasi.

Jangan lupa sediakan biaya tambahan untuk biaya tol bila ingin lewat jalan tol. Dan juga biaya tiket parkir, khusus untuk Terminal 3. Karena Terminal 1 dan Terminal 2 tidak dikenai biaya parkir.