Keberadaan ojek online (ojol) dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia. Manfaat ini tak hanya berwujud pada penerimaan pajak semata, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat umum, baik itu yang menjadi mitra, pelaku usaha, dan konsumen.

Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukan bahwa Grab memberikan kontribusi Rp 48,9 triliun ke perekonomian Indonesia pada tahun 2018. Kontribusi ini diberikan melalui empat lini usahanya, yaitu GrabBike, GrabCar, GrabFood dan Kudo.

Dilihat dari kontribusinya, GrabFood memberikan sumbangan terbesar, yaitu mencapai Rp 20,8 triliun dari Rp 48,9 triliun. Kemudian, GrabBike dan GrabCar berkontribusi masing-masing Rp 15,7 triliun dan Rp 9,7 triliun. Sedangkan, Kudo melalui jaringan agennya menciptakan kontribusi ekonomi sebesar Rp 2,7 triliun.

Survei ini dilakukan di lima kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar dengan melibatkan 3.418 responden dari November hingga Desember 2018.

Berdasarkan riset ini, mayoritas mitra GrabBike memiliki tingkat pendapatan 135 persen dan GrabCar sebesar 114 persen di atas rata-rata pekerja informal, dan 208 persen di atas pekerja bebas, seperti dicatat oleh BPS.

Dampak positif itu juga dirasakan oleh para pelaku usaha terutama sektor UMKM, dimana penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34 persen.

Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. Hal ini karena sebanyak 38 persen mitra pengemudi GrabBike, 40 persen agen individual GrabKios, serta 35 persen mitra pengemudi GrabCar sebelumnya tidak memiliki penghasilan, namun kini dapat memperoleh penghasilan setelah bermitra dengan Grab.

Dampak positif di atas terjadi karena adanya pemanfaatan teknologi dalam layanan aplikasi ojek online sehingga dapat membantu mempertemukan dan menghasilkan permintaan terhadap produk dan jasa pekerja informal. Inilah yang memungkinkan pendapatan para driver dan pelaku usaha tersebut bisa meningkat.

Selain terhadap para mitra dan pelaku usaha, dampak positif kehadiran ojek online juga dirasakan oleh para konsumen. Penelitian lain dari CSIS dan Tenggara Strategics berupaya menghitung kontribusi Grab terhadap konsumen di Indonesia.

Hasilnya, Grab ternyata mampu memberi kontribusi ekonomi hingga Rp 46,14 triliun berupa surplus konsumen di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selama tahun 2018.

Konsep surplus konsumen ini adalah manfaat yang diperoleh konsumen dari membeli barang atau jasa pada harga yang lebih rendah dari jumlah harga maksimal yang sebenarnya rela mereka bayar.

Hadirnya Grab telah memungkinkan pelanggan menghemat uang yang awalnya telah mereka persiapkan untuk melakukan perjalanan dari titik A ke titik B. Uang yang dapat disimpan ini, sekarang dapat digunakan untuk membeli barang-barang lainnya.

Dengan begitu, pelanggan dapat memanfaatkan surplus yang dinikmati untuk membeli barang atau jasa yang akan meningkatkan kualitas hidupnya

Surplus konsumen ini terbagi dua, dari GrabBike sebesar Rp 5,73 triliun, dan dari GrabCar Rp 40,41 triliun. Artinya, konsumen transportasi online di Indonesia bisa hemat Rp 46,14 triliun dengan harga yang diberikan Grab Indonesia.

Menariknya, dampak positif di atas tak hanya dirasakan di tingkat nasional saja, tetapi juga dalam lingkup kedaerahan. Misalnya, Grab telah berkontribusi Rp 10,1 triliun terhadap perekonomian Kota Bandung, Jawa Barat pada tahun lalu. Kota Surabaya juga mendapatkan dampak penerimaan yang juga besar, yakni sampai Rp 8,9 triliun di tahun yang sama.

Terakhir, kontribusi pajak dari perusahaan penyedia layanan ojek online ini juga bisa dikatakan cukup besar bagi negara. Menurut keterangan Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong awal tahun ini, Grab telah membayar pajak pertambahan nilai (PPN) sebanyak Rp 4-5 triliun setiap tahunnya.

Catatan data di atas sebenarnya berujung pada satu kesimpulan, bahwa kehadiran ojek online telah membawa manfaat yang besar bagi kehidupan kita saat ini. Dampak positif ini dirasakan oleh semua pihak yang terlibat dalam ekosistem ojek online.

Kita pun patut mengapresiasi kinerja penyedia jasa layanan ojek online tersebut. Salut pokoknya!