Memasuki pekan keempat dampak  pandemi Corona makin meluas sehingga menyebabkan beberapa mata pencaharian juga ikut terganggu, termasuk para mitra Grab. Menanggapi hal ini, Grab akan akan terus berupaya yang terbaik untuk melindungi kesejahteraan para mitra, ditambah adanya  pembatasan kegiatan sosial berskala besar di wilayah.

“Sejak awal penyebaran virus COVID-19 pada bulan Desember, Grab Indonesia telah memantau kondisi dan menyiapkan semua pemangku kepentingan terkait respon kami terhadap COVID-19 termasuk para mitra pengemudi kami,” ujar Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia, di Jakarta (6/4). 

Prioritas Grab adalah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua orang di platform kami. Karena itu, minggu lalu Grab telah berkomitmen menggelontorkan dana sebesar USD 10 juta atau senilai lebih dari Rp160 miliar sebagai langkah inisiatif untuk mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Program Grab untuk Mitra

Mengutip keterangan resmi Grab, program Bantuan Mitra, GrabCare akan menyediakan bantuan finansial dan medis bagi mitra pengemudi dan mitra pengantaran yang paling terdampak COVOD-19. Diantaranya : 

  • Memberikan bantuan keuangan kepada mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar sebesar Rp1,5 juta (untuk GrabBike) dan Rp3 juta (untuk GrabCar) apabila dinyatakan positif COVID-19 dan dimandatkan untuk menjalani karantina. 
  • Mitra pengemudi GrabCar yang telah memilih asuransi Mandiri In-Health yang disubsidi Grab sekarang dapat melakukan klaim terkait COVID-19 seperti pemeriksaan medis, konsultasi dokter, rontgen dada, tes darah secara berkala.
  • Menghasilkan pendapatan tambahan melalui peningkatan visibilitas dalam aplikasi, promosi khusus, dan kategori khusus untuk restoran lokal.
  • Mengurangi biaya operasional melalui program cashback untuk bahan makanan umum dan diskon pada kemasan makanan.

Berbagai inisiatif bagi mitra pengemudi dan merchants tersebut sebagian didanai oleh sumbangan sukarela karyawan Grab yang akan dilipatgandakan oleh perusahaan.

Selanjutnya, untuk menjaga keamanan komunitas Grab, berbagai inisiatif telah dilakukan antara lain menyediakan masker dan hand sanitiser untuk mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar. Grab terus mencari pasokan lebih banyak di tengah kekurangan global saat ini.

Menyiapkan stasiun desinfeksi dan pembersihan mobil di berbagai kota untuk menyanitasi GrabBike dan GrabCar. Meluncurkan pengantaran tanpa kontak untuk keselamatan pelanggan dan mitra pengiriman.

Selanjutnya memperkenalkan pelaporan suhu tubuh harian bagi mitra pengemudi dan mitra pengantaran kami. Jika mitra pengantaran menunjukkan gejala, mereka diminta untuk mencari saran medis dan menjalankan karantina pribadi jika diperlukan, di mana mereka sementara ditangguhkan dari platform Grab dan diberikan bantuan keuangan.

Bahkan, Grab berkolaborasi dengan mitra merchant dan restoran untuk meningkatkan prosedur kebersihan untuk penanganan dan penyegelan makanan yang benar. Grab juga mengimplementasikan ‘Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood’ bagi mitra merchant yang mencatat tanggal, waktu, nama, dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan semua pesanan GrabFood.

Jika salah satu mitra pengantaran menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, dan batuk, mitra merchant dapat melaporkannya kepada tim layanan pelanggan Grab dan mitra pengantaran pengganti akan ditugaskan untuk mengirimkan pesanan tersebut.

“Bisnis kita tidak terhindar dari dampak virus. Saat ini merupakan masa paling sulit yang pernah kita alami. Namun dalam masa sulit ini, kami tetap berkomitmen untuk melayani dan mendukung komunitas Grab sebaik mungkin,” jelas Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.