Belakangan ini, masyarakat dibuat heboh dengan merebaknya penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona. Namun di saat nama tersebut makin populer, ternyata ada reaksi di mana warganet membuat bahan candaan dengan kata ‘corona’. Seperti unggahan akun @pandanyinyir di laman twitternya, ia berusaha memelesetkan kata corona, untuk pemaknaan yang lain. 

“Corona anyep (istilah sepi orderan), seorang driver ojol ini terkapar di pinggir jalan. Butuh bantuan segera,”tulis @pandanyinyir dengan maksud bercanda. Dalam postingannya ia menyertakan foto driver mengenakan jaket ojek online, terbaring di sebuah teras toko.

Anyep adalah istilah yang digunakan para driver ojek online ketika tidak mendapat orderan. Kondisi ini memang sedang banyak dikeluhkan para driver.  

Dan banyak lagi beragam candaan dengan nama virus asal Kota Wuhan, China tersebut. 

Melihat berbagai cuitan itu, pengamat medsos dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria memberi teguran kepada warganet. Ia meminta masyarakat Indonesia agar melihat kasus virus ini dengan mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Baiknya kita juga punya empati ya. Jangan dijadikan bahan cadaan apalagi sampai memberi komentar negatif. Seperti ngomong karena azab, dll. Itu sangat menyakiti hati orang lain,” kata Hariqo. 

Tetap Waspada

Akhir Januari lalu, organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan dunia. Resiko virus corona telah menjalar ke 26 negara di 4 benua. Dari hari ke hari korban berjatuhan bertambah. Wabah yang bermula dari Wuhan, ibu kota provinsi HUbei, China, telah merenggut 305 jiwa (satu diantaranya diluar China, yaitu di Philiphina). Dan telah menjangkiti 14.300 di seluruh dunia.

Lima negara ASEAN telah terjangkiti, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Negara tetangga dekat Indonesia, Australia pun turut terkena. Hal ini tidak menutup kemungkinan, wabah corona juga akan masuk ke Indonesia. 

Oleh karena itu, pemerintah terus menghimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebaran virus corona yang sangat membahayakan. 

Begitu juga untuk driver ojek online yang setiap hari berhadapan dengan penumpang. Alangkah baiknya tetap jaga kesehatan tubuh dan mengikuti seluruh petunjuk medis untuk mencegah tersebarnya virus tersebut.

Hidup Bersih dan Sehat

Virus corona ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Karena itu jangan dianggap sepele.

Untuk para driver ojol, daripinggirjalan.com merangkum beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus corona;

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus ini. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin.

2. Menggunakan masker saat beraktivitas

Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus corona, yaitu masker bedah dan masker N95. Pilih saja yang nyaman digunakan saat berkendara, untuk driver maupun penumpang. 

3. Menjaga daya tahan tubuh

Buat driver yang setiap hari mencari nagkah di jalanan. Point ini sangat penting, menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dan kuat. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus corona. Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya jangab ngebid dulu, istirahat yang cukup.

4. Tidak mengonsumsi hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari hewan-hewan tertentu, seperti kelelawar, unta, dan kucing. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi hewan-hewan tersebut.

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.