Memasuki awal tahun 2020, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir. Hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu telah menyebabkan genangan air di beberapa tempat, termasuk di Jabodetabek.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan intensitas tinggi akan terjadi tanggal 5-10 Januari 2020. Hal ini membuat potensi banjir yang lebih besar masih terus membayangi kita hingga beberapa hari ke depan.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial diketahui banyak mobil atau kendaraan warga yang terendam air karena situasi ini. Bahkan, ada sejumlah mobil mewah yang turut hanyut ke dalam arus banjir.

Kondisi ini tentu membuat kendaraan tak akan selamat apabila penanganannya salah. Oleh karena itu, kamu harus paham bagaimana mengevakuasi kendaraan saat banjir telah menggenangi pemukiman.

Lantas, bagaimana cara menangani kendaraan atau mobil yang terendam air di kala banjir? Berikut tips yang dihimpun tim daripinggirjalan.com untuk kamu.

1. Putuskan Seluruh Sistem Kelistrikan

Pemilik mobil dianjurkan segera melepas kabel baterai (aki) saat mobil mulai terendam dengan air. Langkah ini untuk menghindari risiko korsleting dan merusak komponen-komponen elektronik di dalam mobil.

2. Jangan Hidupkan Mobil/Kendaraan

Jangan sekali-kali menghidupkan mobil setelah terendam air. Jika dipaksa di-starter, besar kemungkinan terjadi korslet pada bagian kelistrikan. Kalaupun ingin memindahkan mobil sebaiknya didorong manual.

3. Lepaskan Rem Tangan

Ketika mobil sudah terlanjur terendam banjir segera perhatikan posisi rem tangan. Segera non-aktifkan posisi rem tangan. Dan jaga transmisi pada gigi satu untuk mobil manual dan ‘P’ untuk mobil bertransmisi otomatis.

Hal ini harus dilakukan untuk menghindari kerusakan pada rem tangan kendaraan, jika ikut terendam air dalam waktu yang lama.

4. Keringkan Mobil

Jika situasinya memungkinkan, segera pindahkan mobil ke tempat yang lebih aman atau lebih tinggi. Tapi lakukan pemindahan ini dengan cara mendorong mobil, bukan dengan menghidupkan mesinnya.

Setidaknya biarkan selama 24 jam atau satu hari penuh (dalam keadaan hari yang kering tentunya) untuk menunggu kendaraan kamu kering.

5. Cek Kondisi Pelumas atau Oli

Cek kondisi oli mesin. Buang oli mesin dan biarkan baut tetap terbuka. Setelah terendam banjir, biasanya pelumas tercampur dengan air sehingga harus diganti.

Kondisi pelumas atau cairan lain pada kendaraan yang sudah tercampur dengan air biasanya sudah tidak bagus dan perlu diganti.

6. Kuras Tangki Bahan Bakar

Tangki penyimpan bahan bakar juga bisa disusupi air yang berpotensi menimbulkan karat. Oleh sebab itu menguras tangki bisa dilakukan bila perlu dan pastikan tidak ada air di dalamnya sebelum mengisi dengan bahan bakar baru.

7. Bawa ke Bengkel

Kemudian, jika kamu sudah melakukan hal-hal di atas, agar lebih aman dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan segera bawa mobil ke bengkel. Konsultasikan kondisi mobilmu dengan mekanik untuk pemeriksaan secara lebih mendalam.