Kehadiran jasa transportasi online pastinya membuat para pelanggan tersenyum senang. Sebab, ojek online (ojol) bisa dimanfaatkan untuk jasa pengantaran eksklusif yang nyaman dengan tarif yang jelas, bahkan relatif murah. Di sisi lain, ada pula yang bersedih, bahkan marah karena merasa jobnya terganggu karena kehadiran jasa ojol. Kebanyakan dari mereka berasal dari pada penarik ojek pangkalan (opang) yang ada di setiap sudut gang.

Meski pada prinsipnya, rezeki tidak akan tertukar, tapi konflik antara ojol dan opang memang sering kali terjadi. Bahkan di sejumlah wilayah ramai diberitakan tentang penolakan terang-terangan atas kehadiran jasa ojol. Penolakan terhadap ojol bahkan kerap diikuti dengan tindak perusakan dan penganiayaan.

Sungguh miris, memang. Makanya, baik driver ojol maupun pelanggan harus pintar-pintar mencegah, bahkan menghindari konflik antara ojol dan opang. berikut ini sejumlah langkah yang bisa ditempuh:

1. Tidak Pakai Jaket Ojol di Area Rawan

Driver Ojol sebaiknya membawa dua jaket, atau membalikkan jaket seragam ojol ketika sedang melewati daerah ojek pangkalan. Jangan lupa juga untuk tidak menggunakan helm yang bergambar stiker ojol ketika berada di area dekat ojek pangkalan.

Usaha ini setidaknya akan menghindarkanmu dari sentimen sejumlah oknum opang tertentu yang merasa terganggu akan kehadiranmu. Dukung penyamaranmu dengan tidak terlalu sering mengeluarkan handphone. Ini jadi semacam kamuflase yang baik sehingga konflik bisa dihindari. 

2. Hindari Melakukan Penjemputan di Wilayah Opang

Bekerja samalah dengan apra pelanggan ketika sedang melakukan penjemputan. Di fitur chat atau telepon, kamu bisa meminta pelanggan untuk tidak dijemput di area sekitar ojek pangkalan. Pelanggan pastinya akan mengerti karena ia pun ingin melakukan perjalanan dengan aman, nyaman serta tanpa kendala.

3. Sepakat Membagi Wilayah dengan Opang

Sebagai masyarakat yang berperadaban, kompromi memanglah selalu menjadi jalan yang terbaik untuk menghindari konflik. Ketimbang kamu main kucing-kucingan dengan para penarik ojek pangkalan, lebih baik kamu dan kawan-kawan ojol lainnya segera melakukan diskusi dan kompromi dengan Opang dalam pembagian wilayah.

Kompromi semacam ini sudah lazim dilakukan, misalnya bisa kita dapati di terminal dan stasiun kereta api. Ketika pelanggan ojol ingin melakukan pemesanan, mereka harus menuju ke area tertentu yang lumayan jauh dari pintu gerbang terminal atau stasiun.

Di sana ada kumpulan ojol yang memang sudah dikondisikan untuk menunggu pelanggan secara terpusat. Jika penumpang ingin mendapatkan ojek segera, mereka bisa menggunakan jasa ojek pangkalan yang bisa dengan mudah dijangkau di area gerbang terminal atau stasiun.

Demikianlah informasi seputar tiga langkah mudah menghindari konflik antara ojek pangkalan dengan ojek online. Marilah kita selalu menjaga perdamaian, baik di dalam hati, maupun ketika berinteraksi dengan siapa saja.