Dilansir dari Detik.com, Gojek menyatakan bahwa mereka memiliki dua belas program yang hadir untuk memberikan kesejahteraan kepada para mitranya. Dua belas program itu mencakup tiga area utama, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, dan bantuan pendapatan. Adapun 12 program tersebut mencakupi sebagai berikut.

Penyediaan layanan kesehatan

1. Penyediaan perlengkapan kesehatan bagi mitra driver

2. Jaminan Asuransi Kesehatan bagi mitra driver

3. Meningkatkan kesadaran mitra untuk menaati prosedur kesehatan

Ringankan beban biaya harian

1. Program distribusi paket sembako

2. Program sembako melalui kolaborasi dengan Alfamart

3. Program sembako oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa

4. Paket makanan hemat dan sehat bagi mitra driver

5. Bantuan pembayaran pinjaman kendaraan

Bantuan pendapatan

1. Fitur pada produk untuk mendukung peningkatan penghasilan driver

2. Program bantuan pendapatan bagi mitra driver yang terkonfirmasi positif COVID-1 yang sudah berjalan saat ini.

3. Perluasan cakupan bantuan pendapatan didukung oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa

4. Partisipasi dalam program bantuan pendapatan pemerintah

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, menambahkan, seluruh inisiatif ini dirancang sedemikian rupa agar dapat mencakup area-area kritis yang paling berdampak pada para mitra pengemudi di saat masyarakat berjuang melalui krisis saat ini.

Di samping itu, pada 24 Maret lalu, Gojek telah menggalang Dana Bantuan Mitra Gojek senilai Rp 100 miliar, yang terkumpul dari donasi jajaran manajemen senior Gojek sebesar 25 persen gaji tahunan mereka serta pengalihan anggaran kenaikan gaji tahunan karyawan.

Namun nyatanya, program tersebut sama sekali tidak membantu di area manapun. Beredar sebuah video dari salah seorang pengemudi Gojek asal Medan yang menyampaikan kekecewaannya atas bantuan yang sudah diklaim oleh Gojek.

Bantuan yang sudah digemborkan dan diberitakan di mana-mana, hingga masuk ke notifikasi para mitranya, tidak ada satu pun dari dua belas poin tersebut yang kena secara langsung ke mitranya.

Dalam video tersebut dikatakan, jika pembagian hand sanitizer dan masker kurang tepat, karena keseharian juga mitra selalu menggunakan buff. Sementara itu ada bantuan yang difokuskan untuk pengemudi Gojek yang berusia 60 tahun ke atas, yang justru dikatakan persentasenya lebih kecil.

Pembagian voucher makan siang senilai Rp 5.000 juga dirasa tidak tepat. Angkanya terlalu kecil dan hanya wilayah Jabodetabek saja yang diutamakan. Belum lagi perihal keringanan biaya di lising yang menurutnya seperti kena prank.

Oleh sebab itu, dalam video yang disampaikan dengan penuh kekecewaan, justru sang mitra memohon agar tidak menambah beban bagi mereka yang justru sedang kesulitan. Jangan bilang beri bantuan jika tidak terasa merata menyeluruh ke mitra.