Kehadiran awal 2020 ditandai dengan bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hujan di penghujung 2019 hingga awal 2020 tak kunjung henti, menyebabkan tersendatnya aliran air. Meski ada hal-hal teknis lain yang menyebabkan banjir terjadi.

Bencana banjir ini juga sudah memakan korban jiwa. Di samping itu, pengguna jalan juga cukup dirugikan dengan beberapa akses jalan yang masih tertutup. Meski sekarang sudah jauh lebih surut, tapi di beberapa titik pemukiman yang terendam banjir masih jadi persoalan.

Kawasan pemukiman yang bahkan bukan wilayah langganan banjir, ikut merasakan dampak dari air yang mencari tempat bernaung dan mengalir. Beberapa posko didirikan, bantuan digelontorkan, wabil khusus bagi mereka yang rumahnya masih terendam.

Setelah surut, persoalan belum usai. Membersikan lumpur bekas banjir menjadi sebenar-benarnya pekerjaan rumah yang mesti dilakukan saat itu. Kekhawatiran akan terjadinya banjir lagi juga masih menghantui. Mengingat musim penghujan juga belum lama dimulai.

Kehilangan harta, kerusakan benda, atau bahkan musnahnya tempat tinggal seolah menjadi pemandangan paling pahit yang hadir di depan mata. Sementara bagi beberapa orang traumanya juga masih berdiam diri dan tak hilang.

Bantuan demi bantuan juga mulai digelontorkan oleh banyak pihak. Mulai dari bantuan pribadi, hingga secara institusi atau kolektif. Tak ketinggalan para perusahaan yang berlabel decacorn, mengingat juga cukup banyak mitranya yang menjadi bagian dari korban banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Gojek misalnya, yang meluncurkan kampanye penggalangan dana bersama KitaBisa dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho mengatakan, “Ini adalah waktunya untuk bergotong royong. Kami memanfaatkan teknologi Gojek dan kolaborasi dengan Kitabisa dan Baznas untuk mengumpulkan donasi yang sangat mudah untuk diakses dari aplikasi kami,”

Sementara itu, Grab melakukan kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung penanggulangan bencana banjir dan pascabanjir di Provinsi DKI Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk menghimpun kekuatan yang tersedia dalam penanganan darurat bencana banjir serta mengurangi dampak negatif secara cepat, tepat, efektif, dan efisien.

Grab memanfaatkan teknologinya pada tiga hal, di antaranya difungsikan untuk penyebaran informasi mengenai bencana banjir yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, informasi pemberian bantuan dan logistik terhadap korban banjir di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, Grab juga bekerja sama dengan lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menyalurkan bantuan yang diberikan pelanggan Grab kepada para korban banjir. 

Bagi pelanggan Grab yang ingin membantu korban banjir, bisa menukarkan poin GrabRewards untuk langsung berdonasi membantu para korban.

Ada pula beberapa komunitas driver ojol yang melakukan donasi secara langsung, mengumpulkan dana, kemudian langsung datang ke posko-posko banjir untuk menyalurkan bantuannya.

Bukan hanya bantuan secara materi, tapi non materi yang terfokus pada trauma healing juga banyak dilakukan oleh beberapa relawan. Ada yang dari kampus-kampus, komunitas, dan kumpulan relawan. Mereka mengajak bermain anak-anak agar anak-anak tidak mengalami trauma yang berkepanjangan atas bencana banjir.

Beragam pihak bahu membahu membantu menyembuhkan Jakarta dan sekitarnya dari bencana banjir yang menimpa. Segala bantuan, apapun bentuknya, seberapapun besarannya, atau sulit dan mudahnya, dilakukan secara bersama-sama. Membantu juga bukan hanya harus terjun langsung, bisa memanfaatkan fitur kemudahan yang sudah ditawarkan dalam bentuk donasi.

Yang tidak membantu langsung pun bisa melalui jempolnya, menyebarkan informasi yang benar dan jelas tentang posko banjir, atau kebutuhannya. Yang terakhir, berdoa pun bisa dilakukan agar semua kesulitan ini bisa cepat dilalui.

Salam aspal…