Pandemi Virus Corona COVID-19 telah memaksa masyarakat di sejumlah negara untuk lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Sejumlah negara bahkan menutup akses keluar masuk wilayahnya atau ‘lockdown’ demi membendung penyebaran virus corona jenis baru itu.

Di Indonesia, pemerintah tidak melakukan lockdown, namun meminta warganya untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Ajakan ini disebut dengan ‘physical distancing’ atau menjaga jarak fisik).

Namun faktanya, tidak semua orang bisa melakukan aktivitas bekerja dari rumah seperti itu. Seorang pengemudi atau driver ojek online (ojol) yang sehari-hari bekerja di jalanan, misalnya.

Dia tetap harus narik meskipun wabah corona sudah menyebar. Hal ini salah satunya karena desakan ekonomi yang tak terelakkan. Bagaimanapun, keluarga harus tetap dihidupi walaupun bahaya di depan mata.

Oleh karena itu, para driver ojol termasuk kelompok yang paling rentan terpapar virus corona ini. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada driver ojol yang mengalami gejala terkena virus corona?

1. Hubungi Tenaga Medis

Dilansir situs resmi pemerintah, covid19.go.id, siapapun yang mengalami gejala sakit yang mirip dengan indikasi corona harus segera mencari pertolongan medis.

“Bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, cari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan,” begitu tulis situs covid19.go.id.

Bila diminta rawat di rumah dan keluarga mampu, tempatkan driver ojol itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi.

Semua anggota keluarga harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya, dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

2. Berikan Perhatian

Meski terisolasi, keluarga dan teman masih dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA kepada driver yang sakit. Semangat dari orang terdekat ini sangat penting.

Bantu mereka mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai dan menyediakan makanan untuknya.

Bagi keluarga, secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan, termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

3. Perawatan di Rumah Sakit jika Kondisi Memburuk

Jika dalam masa perawatan di rumah kondisi pasien semakin memburuk, jangan segan-segan untuk membawa ke rumah sakit. Bawa mereka yang memiliki gejala sakit ke rumah sakit yang menjadi rujukan.

Ikuti anjuran dokter dan tenaga medis untuk perawatannya. Sembari berdoa agar pasien dapat segera sembuh.

4. Lapor ke Grab Indonesia

Bagi driver GrabBike atau GrabCar dapat melaporkan kondisi kesehatannya jika dirasa mengalami gejala sakit karena virus corona. Perusahaan super app tersebut akan memberikan  donasi bagi mitra pengemudinya.

Program itu diberikan kepada mitra pengemudi yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dikarantina di Rumah Sakit (RS), juga yang terjangkit covid-19. Bantuan keuangan Rp 1,5 juta untuk GrabBike dan Rp 3 Juta GrabCar.

Selain itu, angsuran atau cicilan harian dihentikan selama 14 hari. Perusahaan juga menyediakan asuransi Mandiri In-Health bagi para mitra GrabCar, yang mencakup klaim terkait Covid-19 untuk pemeriksaan medis, konsultasi dokter, rontgen dada, dan tes darah secara berkala.

sumber gambar: pikiran-rakyat.com