Keberadaan ojek online (ojol) memang menjadi fenomena baru dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Transportasi daring ini menjadi alternatif yang begitu digemari oleh masyarakat, karena alasan praktis.

Terlebih di kota besar yang sering terjadi kemacetan seperti DKI Jakarta. Selain tarif relatif terjangkau, juga sistem pemesanan begitu mudah menjadi salah satu alasannya.

Ojek online pun telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari, baik untuk mengantar makanan, pulang pergi kerja, hingga pengiriman barang. Hampir 90% masyarakat terutama anak muda memiliki aplikasi ojek online di smartphone-nya.

Keberadaan ojek online ini nyatanya tidak hanya membuka potensi pasar baru bagi smartphone, tetapi juga sepeda motor. Karena dua hal itu memang menjadi persyaratan wajib dalam menjalani bisnis ojek online.

Oleh karena itu, akhirnya banyak orang yang mengambil kredit motor untuk menjadi driver ojek online. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah baik dan bijak mengambil kredit motor untuk ojek online ini?

Berikut beberapa pertimbangan yang patut diperhatikan.

1. Penghasilan

Penghasilan seorang driver onjek online cukup lumayan, yakni bisa mencapai Rp4-8 juta per bulan. Fenomena ini membuat orang berlomba-lomba mendaftar sebagai driver ojek atau taksi berbasis aplikasi.

Dengan penghasilan yang tinggi, pilihan yang bijak adalah menabung untuk membeli sebuah sepeda motor baru atau mengambil kredit dengan tenor yang sangat singkat. Cicilan bulanan jangan sampai melebihi dari total 30 persen dari penghasilan Anda.

2. Cicilan dan Bunga Kredit

Salah satu pertimbangan utama ketika akan mengambil kredit sepeda motor adalah bunga. Jangan terjebak dengan cicilan yang murah dan tenor yang panjang.

Kalkulasikan total seluruh pembayaran kamu. Kalikan jumlah cicilan dengan tenor cicilan. Jangan sampai bunga menjadi terlalu besar sehingga kesannya kamu bekerja untuk membayar cicilan motor belaka.

Semakin pendek tenor cicilan, maka bunga yang dibayar semakin kecil. Jadi, pertimbangkan mengambil tenor yang singkat seperti penjelasan pada poin nomor 2 (dua).

3. Perhatikan Fluktuasi Penghasilan

Penghasilan driver ojek online relatif tidak stabil. Penghasilan bisa menurun karena dua hal. Pertama, penerimaan driver besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan aplikasi. Hal ini akan menambah persaingan dalam mencari penumpang. Sehingga berpotensi menurunkah penghasilan.

Kedua, faktor alam seperti musim hujan. Hal ini juga bisa menyulitkan driver mendapatkan penumpang. Jika hujan berkepanjangan, sudah pasti ojek pun menjadi sepi penumpang.

Oleh karena itu, driver perlu mengantisipasi masalah ini dengan menyisihkan penghasilannya saat sedang banyak penumpang. Kalkulasikan penghasilan sebagai driver ojek online selama satu tahun terakhir untuk mencari rata-ratanya.

4. Faktor Kemendesakkan

Salah satu syarat menjadi pengendara ojek berbasis aplikasi online adalah memiliki sepeda motor dalam kondisi prima. Misalnya, Gojek pernah mensyaratkan motor yang dipakai driver minimal harus tahun 2010.

Jika kamu berada dalam situasi mendesak yang dituntut harus memiliki motor sesuai dengan persyaratan di atas, sedangkan kamu tak memiliki dana untuk membeli secara tunai, maka mengambil kredit motor bisa menjadi pilihan bijak.

Tapi yang terpenting perhatikan 3 hal sebelumnya. Jangan sampai kredit motor nantinya menjadi beban yang tak terbayarkan.